PENGERTIAN PERBANKAN

Posted On June 2, 2010

Filed under Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Bank

  1. A. Pengertian


Menurut Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang Perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah “badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyatbanyak”.
Berdasarkan pengertian di atas, bank merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, artinya aktivitas perbankan selalu berkaitan dalam bidang keuangan.

  1. Asas, Fungsi, dan Tujuan Perbankan Indonesia


Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, perbankan Indonesiadalammelakukanusahanyaberasaskan demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsipkehati-hatian.Demokrasiekonomiitusendiridilaksanakan berdasarkanPancasiladanUUD 1945. Berdasarkan asas yang digunakan dalam perbankan, makatujuanperbankanIndonesia adalah menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pembangunan dan hasilhasilnya, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak.


2 . Berdasarkan UU No. 10 Tahun 1998, fungsi bank di Indonesia adalah :


a. Sebagai tempat menghimpun dana dari masyarakat Bank bertugas mengamankan uang tabungan dan deposito berjangka serta simpanan dalam rekening koran atau giro.Fungsi tersebutmerupakanfungsiutamabank.


b. Sebagai penyalur dana atau pemberi kredit Bank memberikan kredit bagi masyarakat yangmembutuhkanterutamauntukusaha-usahaproduktif.
Dari pengertian di atas dapat dijelaskan secara lebih luas lagi bahwa bank merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, artinya aktivitas perbankan selalu berkaitandalambidangkeuangan.


3. Fungsi utama

dari bank adalah menyediakan jasa menyangkut penyimpanan nilai dan perluasan kredit. Evolusi bank berawal dari awal tulisan, dan berlanjut sampai sekarang di mana bank sebagai institusi keuangan yang menyediakan jasa keuangan. Sekarang ini bank adalah institusi yang memegang lisensi bank. Lisensi bank diberikan oleh otoriter supervisi keuangan dan memberikan hak untuk melakukan jasa perbankan dasar, seperti menerimatabungandanmemberikanpinjaman.
Kata bank berasal dari bahasa Italia banca atau uang. Biasanya bank menghasilkan untung dari biaya transaksi atas jasa yang diberikan dan bunga dari pinjaman.

5.Giro
Giro adalah suatu istilah perbankan untuk suatu cara pembayaran yang hampir merupakan kebalikan dari sistem cek. Suatu cek diberikan kepada pihak penerima pembayaran (payee) yang menyimpannya di bank mereka, sedangkan giro diberikan oleh pihak pembayar (payer) ke banknya, yang selanjutnya akan mentransfer dana kepada bank pihak penerima, langsung ke akun mereka. Perbedaan tersebut termasuk jenis perbedaan sistem ‘dorong dan tarik’ (push and pull). Suatu cek adalah transaksi ‘tarik’: menunjukkan cek akan menyebabkan bank penerima pembayaran mencari dana ke bank sang pembayar yang jika tersedia akan menarik uang tersebut. Jika tidak tersedia, cek akan “terpental” dan dikembalikan dengan pesan bahwa dana tak mencukupi. Sebaliknya, giro adalah transaksi ‘dorong’: pembayar memerintahkan banknya untuk mengambil dana dari akun yang ada dan mengirimkannya ke bank penerima pembayaran sehingga penerima pembayaran dapat mengambil uang tersebut. Karenanya, suatu giro tidak dapat “terpental”, karena bank hanya akan memproses perintah jika pihak pembayar memiliki daya yang cukup untuk melakukan pembayaran tersebut. Namun ini juga berarti pihak pembayartidakmendapatkankeuntungandari“float”.
SejarahdanKonsepsi


Surat Giro atau Postgiro memiliki sejarah yang panjang dan membanggakan dalam sejarah finansial Eropa. Konsep dasar adalah sistem perbankan tidak berdasarkan cek, tetapi dengan transfer langsung diantara rekening. Jika kantor akuntan di sentralisasi, maka transfer diantara akun akan terjadi secara simultan. Uang bisa dibayarkan atau ditarik dari sistem dari kantor pos manapun, dan nantinya koneksi ke sistem perbankan komersial dibuat, seringnya dengan keyakinan dari bank lokal membuat akun sendiri di Postgiro.


Pada pertengahan abad 20, kebanyakan negara di benua Eropa memiliki layanan pos giro. Sistem posgiro pertama ada di Austria di awal abad 19. Pada saat Posgiro Inggris diadakan, Posgiro Belanda telah distabilkan dengan baik dengan setiap orang dewasa memiliki akun posgiro dengan operasi posgiro yng besar dan digunakan dengan baik di negaraEropalainkebanyakandanSkandinavia.
Istilah “bank” tidak digunakan pada saat itu juga untuk mendeskripsikan layanan tersebut. Instrumen pembayaran utama bank didasarkan dengan cek dimana memiliki perbedaankeseluruhandenganmodelremiten“giro”.


Dalam model perbankan, cek ditulis oleh remiten dan diserahkan atau dipos kepada pihak penerima pembayaran, yang nantinya akan mengunjungi bank atau pos ceknya ke bank. Cek tersebut harus di clearing, proses kompleks dimana cek disortir menjadi satu, dipos ke lokasi pusat clearing, disortir lagi, dan dipos balik ke cabang pembayaran dimana cek tersebut akan dicek ulang terakhir kalinya dan akhirnya akan dibayarkan.
Dalam model Pos Giro, Transfer Giro dikirim melalui pos surat oleh remiter ke pusat Giro. Dalam pengembaliannya, transfer tersebut dicek dan akun transfer mengambil tempat. Jika transfer berjalan lancar, dokumen transfer dikirim ke penerima, bersama pernyataan pemutakhiran dari akun yang dikreditkan. Remitter juga dikirimkan pernyataan pemutakhiran. Pada kasus dimana fasilitas publik yang menerima ratusan trnasaksi per hari, pernyataan akan dikirim secara elektronik dan menggunakan angka rujukan yang unik untuk mengenali remiten untuk keperluan rekonsiliasi.
maraknya clearing cek elektronik (dan kartu debet yang dirujuk sebagai alat pembayaran) membuat perbedaan ini menjadi tidak begitu penting seperti dulu. Contohnya di beberapa toko di Amerika Serikat cek di pindai dan pendaftaran tunai dikembalikan ke pelanggan sementara dana dia,nil dari akun para pelanggan

B. SEJARAH RINGKAS PERBANKAN DIINDONESIA

Periode I : Jaman penjajahan belanda sampai penduduk jepang:

Beroperasinya bank-bank milik belanda( De Javasce Bank, De Nerderlandsche Handel Maatschappij, De Nationale Handelsbank dan Escompro Bank), inggris (The Chartered Bank Of India, Australia and China, dan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation).

Periode II : Masa penudukan jepang sampai kemerdekaan 1945:

Pada tahun pertama pendudukan jepang, kantor-kantor bank ditutup. Pada tanggal 20 oktober 1942 semua bank belanda,inggris dan sebagian tionghoa dilikwidasi.setelah itu pemerintah jepang diindonesia mendirikan bank peredaran(sirkulasi) napon kaihatsu ginko yang berpusat di Tokyo.

Periode III : Masa kemerdekaan sampai dikeluarkannya UU perbankan tahun 1967:

  1. a. Pada masa RIS wilayah Indonesia terbagi dua, yaitu Wilayah Republic dan Wilayah Federal yang dikuasai belanda.

Di wilayah republic terdiri dari (BNI 1946),(BRI 1946), (MAI 1945), Bank Indonesia dipalembang(1946), Bank dagang nasional dimedan(1946), dan(IBC) yang kemudian menjadi Bank Amerta di Yogyakarta.

Di wilayah federal terdiri terdapat NV Bank Sulawesi dimanado(1946), NV Bank perniagaan Indonesia di Jakarta(1948), Bank timur NV di semarang(1949), Bank dagang Indonesia NV Banjarmasin(1949) dan Kalimantan banking and trading corporation NV di Samarinda(1950).

  1. b. Perkembangan selanjutnya adalah dibukanya Bank Industri Negara(1951) yang bergerak dibidang pembelanjaan pembangunan khususnya industry dan pertambangan. Pada tahun 1960 didirikan(BAPINDO), BIN melebur didalam bapindo pada tanggal 16 agustus 1960.(BPD) didirikan berdasarkan undang-undang no.13 tahun 1962, yaitu dalam ketentuan pokok pemerintahan daerah. Bank Sentral dibentuk Bank Indonesia dengan berdasarkan undang-undang pkok Bank Indonesia no. 11 tahun 1953.

  1. c. Pada masa perekonomian terpimpin, perbankan di Indonesia melebur menjadi bank tunggal. Bank-bank milik Belanda dinasionalisasi pada tahun 1958. (BDN), (BUNEG), (BKTN) exim.

Periode IV : keadaan perbankan setelah 31 Desember 1967:

  1. a. Periode ini merupakan periode baru. Perekonomian terpimpin diganti dengan perekonomian yang lebih demokratis berdasarkan UUD 1945 dan Pancasila. Bank-bank pemerintah ini dikembalikan menjadi bank umum dengan tugas khusus, yaitu BNI Unit II menjadi Bank Ekspor Impor Indonesia, BNI Unit III menjadi BNI 1946 bergerak dibidang Industri dan Prasarana, BNI Unit IV menjadi Bank Bumi Daya(BBD) bergerak di bidang perkebunan dan kehutanan.
  2. b. Pada tanggal 1 Juni 1983, pemerintah melakukan deregulasi perbankan yang pertama. Dengan deregulasi ini bank-bank umum pemerintah dibebaskan dalam menentukan suku bunga kredit dan deposito, pagui kredit dihapuskan, kredit likuiditas juga dihapuskan.
  3. c. Pada tanggal 27 Oktober 1988 pemerintah mengeluarkan deregulasi perbankan yang kedua, dikenal dengan PAKTO 1988. Pakto ini diusahakan untuk mendorong kompetisi dalam perbankan, meningkatkan kegiatan dipasar modal, mendorong ekspor non migas, mobilisasi tabungan dalam negeri dan mengefektifkan kebijakan moneter pemerintah.
  4. d. Kelesuan perekonomian dan kredit macet telah mempengaruhi kelanjutan kegiatan perbankan di Indonesia. Pasa era 1990-an perbankan Indonesia menganut kebijakan hati-hati. Berdasarkan kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kehidupan perbankan adalah: kebijakan uang ketat tahun 1990, paket Januari 1991, dan paket Februari 1992.

  1. C. JENIS-JENIS SURAT BERHARGA

Berikut ini contoh jenis-jenis surat berharga yang diperjualbelikan di pasar uang

TreasuryBills(T-Bills)
• T-Bills merupakan instrument utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau Bank Sentral atas unjuk dengan jumlah tertentu yang akan dibayarkan kepada pemegang pada tanggal yang telah ditetapkan.
• Instrumen ini berjangka waktu jatuh tempo satu tahun atau kurang.
• Instrumen yg sangat aman karena diterbitkan oleh pemerintah atau biasanya oleh Bank Sentral. Oleh karena itu instrumen ini sangat mudah diperjualbelikan dan disukai oleh perusahaan-perusahaan, terutama oleh lembaga-lembaga keuangan untuk dijadikan sebagaicadanganlikuiditassekunerygmemberikanhasil.
• T-Bills (istilah umum digunakan di dunia internasional) kalau di Indonesia adalah SBI (SertifikatBankIndonesia).
CommercialPaper
• Commercial Paper (CP) pada dasarnya merupakan promes yang tidak disertai dengan jaminan (unsequred promissory notes), diterbitkan oleh perusahaan untuk memperoleh dana jangka pendek dan dijual kepada investor dalam pasar uang. Penerbit berjanji akan membayar sejumlah tertentu uang pada saat jatuh tempo. Penerbit CP adalah perusahaan yangmempunyaikredibilitastinggi.
• Jangka waktu jatuh tempo CP ini berkisar mulai dari beberapa hari sampai 270 hari.
• Penjualan CP dilakukan umumnya dengan sistem diskonto, namun beberapa diantaranya menggunakan bunga sebagaimana halnya dengan kredit.
• Dalam pelaksanaannya seringkali CP diterbitkan dengan backup fasilitas credit line dari bank yang jumlahnya mendekati atau sama dengan nilai CP yang diterbitkan. Dalam perkembangannya di beberapa negara, CP diterbitkan dengan dukungan aset perusahaan lainnya, misalnya piutang, dsb. Bahkan perkembangan terakhir CP diterbitkan dengan bank garansi atau jaminan dari perusahaan induknya. Namun kasus ini terjadi bila investor tertentu meminta jaminan dari nilai CP yang dibeli dalam jumlah besar.
• Penerbitan CP dapat dilakukan secara langsung kepada investor maupun secara tidak langsungdenganmenggunakanjasaperantara.
KelebihanCPbagipenerbitdaninvestorantaralainsbb:
BagiPenerbit:
a. Tingkat bunga CP lebih rendah daripada prime rate, yaitu tingkat bunga kredit yang dikenakan perbankan kepada nasabah utamanya, sehingga biaya dana akan menjadi lebih murah.
b.Tidakperlumenyediakanjaminan.
c. Penerbitannya relatif lebih mudah karena pada prinsipnya hanya melibatkan penerbit daninvestor.
d. Jangka waktu jatuh temponya lebih fleksibel, dapat diperpanjang atas persetujuan investor.
BagiInvestor:
a. CP menawarkan penghasilan yang lebih tinggi dibandingkan misalnya Sertifikat Deposito,TreasuryBills.
b. Dapat dijual kembali (didiskontokan) tanpa perlu menunggu jatuh temponya.
c. Tingkat keamanannya relatif tinggi karena penerbit CP umumnya perusahaan dengan ratingyangtinggi.
Kelemahan CP dilihat dari kepentingan investor dan penerbit antara lain:
1. Bagi investor, CP merupakan instrumen yang tidak disertai dengan jaminan. Kemungkinan penerbit melakukan rekayasa laporan keuangan untuk memperlihatkan keadaanlikuiditasdankemampuanperolehanlabanya.
2. Bagi perusahaan penerbit, CP merupakan sumber dana jangka pendek sehingga perusahaan kurang leluasa untuk dijadikan sebagai modal investasi.
SertifikatDepositoataunegotiablecertificateofdeposit(CD)
• Deposito berjangka yang bukti simpanannya dapat diperdagangkan. Jadi mempunyai ciri pokok dapat dipindahtangankan atau diperjualbelikan sebelum jangka waktu jatuh temponya.
• Di Indonesia, CD diterbitkan oleh bank-bank umum atas dasar diskonto. Perhitungan diskontoCDtersebutsesuaidenganketentuanBankIndonesia.
Banker’sAcceptance(BA)
BA adalah time draft (wesel berjangka) yang ditarik oleh seorang eksportir atau importir atas suatu bank untuk membayar sejumlah barang atau untuk membeli valuta asing. Apabila bank menyetujui wesel tersebut, bank akan menstempel dengan kata ”accepted” di atas wesel tersebut dan memprosesnya. Dengan demikian bank yang menerima dan memproses tersebut memiliki suatu janji atau jaminan tak bersyarat untuk membayar sebesar nilai nominal aksep tersebut pada saat jatuh tempo. Hal tersebut berarti bank yang bersangkutan menjamin eksportir dan investor dalam pasar uang internasional dari kemungkinan adanya gagal bayar (default). Jangka waktu akseptasi biasanya berkisar 30 sampai 270 hari, namun umumnya 90 hari. Aksep ini merupakan instrumen pasar uang yang berkualitas tinggi. Akseptasi bank sangat aktif diperdagangkan antar lembaga-lembaga keuangan, perusahaan industri, dealer surat-surat berharga sebagai investasi yang berkualitas tinggi dan sangat mudah diuangkan. Aksep digunakan dalam perdagangan ekspor impor karena banyak eksportir yang tidak pasti dan tidak yakin betul terhadap credit standing importir yang dikirimi barang. Eksportir sangat tergantung paa pembiayaan akseptasi oleh bank domestik atau suatu bank asing. Dengan demikian, aksep adalah instrumen keuangan yang dirancang untuk mengalihkan resiko perdagangan internasional kepada pihak ketiga yang akan mengambil resiko tersebut karena ia memiliki keahlian dalam menilai resiko kredit dan menyebarkan resiko tersebut dalam berbagai pinjaman. Ketiga pihak dalam transaksi tersebut yaitu eksportir, importir dan bank penerbit, mendapatkan keuntungan dari metode pembiayaan perdagangan internasionalinisebagaiberikut:
1.Eksportirdapatmenerimauangnyasegeratanpapenundaan.
2. Importir dapat menunda pembayarannya sesuai dengan jangka waktu credit line yang disepakatidenganbank.
3. Bank penerbit yang memegang Banker’s Acceptance (didiskonto dari eksportir) merupakan instrumen keuangan yang sangat likuid yang dapat dijual sebelum jatuh tempomelaluidealerbilamembutuhkanlikuiditas.
BillofExchange
• Bill of Exchange atau wesel adalah suatu perintah tertulis tak bersyarat yang ditujukan oleh seseorang kepada pihak lainnya untuk membayar sejumlah uang pada saat diperlihatkan atau pada tanggal tertentu kepada penarik atau order atau pembawa.
• Karena sifatnya yang likuid, artinya penjual boleh melakukan pembayaran lebih awal sebelum wesel tersebut jatuh tempo dengan cara mendiskontokannya kepada bank-bank atau lembaga-lembaga keuangan lainnya sebagai investasi jangka pendek, maka instrumeninisangatumumdigunakandalamperdagangan.
• Penarikan wesel ini biasanya selalu didahului dengan adanya transaksi jual beli barang. Dimana penjual akan menjadi penarik wesel dan pembeli barang sebagai tertarik.
• Jangka waktu jatuh tempo wesel ini umumnya berkisar 6 hari sampai 180 hari.
• Pada prinsipnya Bill of exchange ini akan berubah menjadi Banker’s Acceptance apabila telah diaksep oleh bank. Oleh karena itu wesel ini dapat diperjualbelikan secara diskonto.
RepurchaseAgreement(Repo)
• Repo adalah transaksi jual beli surat-surat berharga disertai dengan perjanjian bahwa penjual akan membeli kembali surat-surat berharga yang dijual; tersebut pada tanggal dan denganhargayangtelahditetapkanlebihdahulu.
• Surat-surat berharga yang biasanya dijadikan sebagai instrumen dalam transaksi Repo adalah surat-surat berharga yang dapat diperjualbelikan secara diskonto, misalnya SBI, SBPU,CD,CPdanT-bills
SertifikatBankIndonesia(SBI)
• SBI adalah surat berharga dalam mata uang rupiah yang diterbitkan oleh Bank Indonesiasebagaipengakuanutangberjangkawaktupendek.
•KarakteristikSBI:
oSatuanunitsebesarRp.1.000.000,(satujutarupiah).
o Berjangka waktu sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan dan paling lama 12 (dua belas) bulan.
oPenerbitandanperdagangandilakukandengansistemdiskonto.
o Diterbitkan tanpa warkat, artinya SBI diterbitkan tanpa adanya fisik SBI itu sendiri dan buktikepemilikabagipemeganghanyaberupapencatatanelektronis.
oDapatdipindahtangankan(negotiable).
• SBI sebagai instrumen kebijaksanaan operasi pasar terbuka, terutama untuk tujuan kontraksi moneter. SBI yang ditebitkan dan diperdagangkan dengan sistem lelang, pada dasarnya penggunaannya sama dengan penggunaan T-Bills di pasar uang Amerika Serikat. Melalui penggunaan SBI tersebut, BI dapat secara tidak langsung dapat mempengaruhi tingkat bunga di pasar uang dengan cara mengumumkan Stop Out Rate (SOR).
• SOR adalah tingkat suku bunga yang diterima oleh BI atas penawaran tingkat bunga dari peserta lelang. Selanjutnya, SOR tersebut akan dapat dipakai sebagai indikator bagi tingkatsukubungatransaksidipasaruangpadaumumnya.
• SOR merupakan kebijakan Bank Indonesia dalam melakukan penjualan SBI secara lelang kepada Bank atau Lembaga Keuangan atau melalui Broker, dengan tujuan:
1. Untuk mengendalikan baik volume uang beredar maupun tingkat bunga melalui target volume yang diinginkan dan tingkat bunga dalam suatu batas tertentu.
2. Dengan menyerahkan tingkat bunga pada Prime Dealer untuk jumlah 60%, maka tingkatbungamenjadiwajar.
PolapembelianSBI:
oPembelianmelaluiPasarPerdana(langsungkeBI)
oPembelianmelaluiPasarSekunder
oPembelianmelaluiBroker
Sebelum jatuh tempo SBI boleh diperjualbelikan, baik oleh Bank, LKBB, maupun masyarakat atau dunia usaha setiap saat melalui pasar sekunder. Untuk itu Security House (perantara) akan membeli atau menjual SBI setiap hari dengan tingkat diskonto yang berlaku di pasar. Untuk memperlancar perdagangan SBI ini Bank Sentral Indonesia menunjukkan beberapa market dan broker yang terdiri dari Bank-bank Umum sebagai lembaga penunjang dalam perdagangan SBI. Market maker disini bertindak sebagai penggerak pasar sekunder. Dalam hal ini market maker bertindak sebagai dealer yang berkewajibansbb:
•Membuatdanmengumumkanquotation.
• Secara aktif mengajukan penawaran dan permintaan SBI di pasar sekunder.
• Membeli dan menjual SBI dari dan kepada pihak yang mencari dan menawarkan SBI di pasar sekunder. Pembelian dan penjualan SBI dapat dilakukan baik secara outright maupun repo. (Transaksi outright adalah transaksi jual beli SBI atas dasar sisa jangka waktu SBI yang bersangkutan, tidak ada kewajiban bagi penjual untuk membeli kembali sebelum jatuh tempo; sedangkan transaksi repo adalah transaksi dengan perjanjian bahwa penjual wajib membeli kembali SBI yang bersangkutan sesuai jangka waktu yang dijanjikan).
SuratBerhargaPasarUang(SBPU)
SBPU adalah surat-surat berharga berjangka pendek yang dapat diperjualbelikan secara diskonto dengan Bank Indonesia atau lembaga diskonto yang ditunjuk oleh Bank Indonesia.
SBPUsama halnya dengan SBI merupakan instrumen operasi pasar terbuka dalam rangka ekspansimoneter oleh BI dengan menetapkan tingkat diskonto SBPU.
Ditinjau dari jenis transaksi dan warkatnya, SBPU dapat dibedakan sbb:
a.SuratSanggup(aksep/promes),dapatberupa:
• Surat sanggup yang diterbitkan oleh nasabah dalam rangka penerimaan kredit dari bank untukmembiayaikegiatantertentu.
• Surat sanggup yang diterbitkan oleh bank dalam rangka pinjaman antar bank.
b.Suratwesel,dapatberupa:
• Surat wesel yang ditarik oleh suatu pihak dan diaksep oleh pihak lain dalam rangka transaksitertentu.Penarikdanatautertarikadalahnasabahbank.
• Surat wesel yang ditarik oleh nasabah bank dan diaksep oleh bank dalam rangka pemberiankredituntukmembiayaikegiatantertentu.
Mekanisme perdagangan SBPU adalah dunia usaha atau masyarakat yang merupakan nasabah berbentuk badan usaha maupun perorangan meneluarkan surat aksep atau wesel (sebagai surat utang) untuk mendapatkan dana dari Bank atau LKBB (Lembaga Keuangan bukan Bank). Kemudian SBPU dijualbelikan oleh Bank dan LKBB melalui security house (perantara) maupun melalui pasar sekunder, yaitu diperjualbelikan antara lembaga-lembaga keuangan itu sendiri serta dunia usaha atau masyarakat. SBPU ini melalui security house juga bisa dijualbelikan ke Bank Sentral Indonesia.
CallMoney(InterbankCallMoneyMarket)
• Call Money adalah penempatan atau peminjaman dana jangka pendek (dalam hitungan hari)antarbank.
• Call Money merupakan instrument bank dalam mengatasi kekurangan atau kelebihan danajangkapendekyangbersifatsementara.


D.PERANANBANK
Mendorongpertumbuhanperekonomiansuatunegarakarena:
1. Sebagai pengumpul dana dari SurplusSpending Unit (SSU) dan penyalur kredit kepada DefisitSpendingUnit(DSU)
2.Tempatmenabungyangefektifdanproduktif
3.Pelaksana dan memperlancar lalu lintas pembayaran praktis, aman dan ekonomis
4.PenjaminpenyelesaianperdagangandenganpenerbitanL/C
5.Penjaminpenyelesaianproyekdenganmenerbitkanbankgaransi

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.