<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Irnawt's cut3  Weblog</title>
	<atom:link href="http://irnawt.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://irnawt.wordpress.com</link>
	<description>all about Irnawt's</description>
	<lastBuildDate>Thu, 28 Apr 2011 08:47:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='irnawt.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Irnawt's cut3  Weblog</title>
		<link>http://irnawt.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://irnawt.wordpress.com/osd.xml" title="Irnawt&#039;s cut3  Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://irnawt.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pengertian, Definisi dan Rumus BEP / Break Even Point &#8211;</title>
		<link>http://irnawt.wordpress.com/2011/04/28/pengertian-definisi-dan-rumus-bep-break-even-point-4/</link>
		<comments>http://irnawt.wordpress.com/2011/04/28/pengertian-definisi-dan-rumus-bep-break-even-point-4/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Apr 2011 08:47:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ir2_na_cute</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[ALK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irnawt.wordpress.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Break Even point atau BEP adalah suatu analisis untuk menentukan dan mencari jumlah barang atau jasa yang harus dijual kepada konsumen pada harga tertentu untuk menutupi biaya-biaya yang timbul serta mendapatkan keuntungan / profit. BEP amatlah penting kalau kita membuat usaha agar kita tidak mengalami kerugian, apa itu usaha jasa atau manufaktur, diantara manfaat BEP [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irnawt.wordpress.com&amp;blog=4559302&amp;post=202&amp;subd=irnawt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align:justify;"><span style="color:#800000;">Break Even point atau BEP adalah suatu analisis untuk menentukan dan mencari jumlah barang atau jasa yang harus dijual kepada konsumen pada harga tertentu untuk menutupi biaya-biaya yang timbul serta mendapatkan keuntungan / profit.</span><br />
<span style="color:#800000;"> BEP amatlah penting kalau kita membuat usaha agar kita tidak mengalami kerugian, apa itu usaha jasa atau manufaktur, diantara manfaat BEP adalah</span><br />
<span style="color:#800000;"> 1. alat perencanaan untuk hasilkan laba</span><br />
<span style="color:#800000;"> 2. Memberikan informasi mengenai berbagai tingkat volume penjualan, serta hubungannya dengan kemungkinan memperoleh laba menurut tingkat penjualan yang bersangkutan.</span><br />
<span style="color:#800000;"> 3 Mengevaluasi laba dari perusahaan secara keseluruhan</span><br />
<span style="color:#800000;"> 4 Mengganti system laporan yang tebal dengan grafik yang mudah dibaca dan dimengerti</span><br />
<span style="color:#800000;"> Setelah kita mengetahui betapa manfaatnya BEP dalam usaha yang kita rintis, kompenen yang berperan disini yaitu biaya, dimana biaya yang dimaksud adalah biaya variabel dan biaya tetap, dimana pada prakteknya untuk memisahkannya atau menentukan suatu biaya itu biaya variabel atau tetap bukanlah pekerjaan yang mudah, Biaya tetap adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh kita untuk produksi ataupun tidak, sedangkan biaya variabel adalah biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan satu unit produksi jadi kalau tidak produksi maka tidak ada biaya ini</span><br />
<span style="color:#800000;"> Salah satu kelemahan dari BEP yang lain adalah Bahwa hanya ada satu macam barang yang diproduksi atau dijual. Jika lebih dari satu macam maka kombinasi atau komposisi penjualannya (sales mix) akan tetap konstan. Jika dilihat di jaman sekarang ini bahwa perusahaan untuk meningkatkan daya saingnya mereka menciptakan banyak produk jadi sangat sulit dan ada satu asumsi lagi</span><br />
<span style="color:#800000;"> yaitu Harga jual persatuan barang tidak akan berubah berapa pun jumlah satuan barang yang dijual atau tidak ada perubahan harga secara umum. Hal ini demikian pun sulit ditemukan dalam kenyataan dan prakteknya.</span><br />
<span style="color:#800000;"> Bagaimana cara menghitungnya?</span><br />
<span style="color:#800000;"> Dalam menyusun perhitungan BEP, kita perlu menentukan dulu 3 elemen dari rumus BEP yaitu :</span><br />
<span style="color:#800000;"> 1. Fixed Cost (Biaya tetap) yaitu biaya yang dikeluarkan untuk menyewa tempat usaha, perabotan, komputer dll. Biaya ini adalah biaya yang tetap kita harus keluarkan walaupun kita hanya menjual 1 unit atau 2 unit, 5 unit, 100 unit atau tidak menjual sama sekali</span><br />
<span style="color:#800000;"> 2. Variable cost (biaya variable) yaitu biaya yang timbul dari setiap unit penjualan contohnya setiap 1 unit terjual, kita perlu membayar komisi salesman, biaya antar, biaya kantong plastic, biaya nota penjualan</span><br />
<span style="color:#800000;"> 3. Harga penjualan yaitu harga yang kita tentukan dijual kepada pembeli</span><br />
<span style="color:#800000;"> Adapun rumus untuk menghitung Break Even Point ada 2 yaitu :</span><br />
<span style="color:#800000;"> 1. Rumus BEP untuk menghitung berapa unit yang harus dijual agar terjadi Break Even Point :</span><br />
<span style="color:#800000;"> Total Fixed Cost</span><br />
<span style="color:#800000;"> __________________________________</span><br />
<span style="color:#800000;"> Harga jual per unit dikurangi variable cost</span><br />
<span style="color:#800000;"> Contoh :</span><br />
<span style="color:#800000;"> Fixed Cost suatu toko lampu : Rp.200,000,-</span><br />
<span style="color:#800000;"> Variable cost Rp.5,000 / unit</span><br />
<span style="color:#800000;"> Harga jual Rp. 10,000 / unit</span><br />
<span style="color:#800000;"> Maka BEP per unitnya adalah</span><br />
<span style="color:#800000;"> Rp.200,000</span><br />
<span style="color:#800000;"> __________ = 40 units</span><br />
<span style="color:#800000;"> 10,000 – 5,000</span><br />
<span style="color:#800000;"> Artinya perusahaan perlu menjual 40 unit lampu agar terjadi break even point. Pada pejualan unit ke 41, maka took itu mulai memperoleh keuntungan</span><br />
<span style="color:#800000;"> 2. Rumus BEP untuk menghitung berapa uang penjualan yang perlu diterima agar terjadi BEP :</span><br />
<span style="color:#800000;"> Total Fixed Cost</span><br />
<span style="color:#800000;"> __________________________________ x Harga jual / unit</span><br />
<span style="color:#800000;"> Harga jual per unit dikurangi variable cost</span><br />
<span style="color:#800000;"> Dengan menggunakan contoh soal sama seperti diatas maka uang penjualan yang harus diterima agar terjadi BEP adalah</span><br />
<span style="color:#800000;"> Rp.200,000</span><br />
<span style="color:#800000;"> __________ x Rp.10,000 = Rp.400,000,-</span><br />
<span style="color:#800000;"> 10,000 – 5,000</span></h3>
<h3 style="text-align:justify;"></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="color:#003300;">ANALISIS BREAK EVEN POINT</span></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="color:#003300;">Anlisis BEP dapat memberikan hasil yang memadai,</span><br />
<span style="color:#003300;"> apabila asumsi berikut terpenuhi :</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ Perilaku penerimaan dan pengeluaran dilukiskan dengan</span><br />
<span style="color:#003300;"> akurat dan bersifat sepanjang rentang yang relevan</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ Biaya dapat dipisahkan antara biaya tetap dan biaya</span><br />
<span style="color:#003300;"> variabel</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ Efisiensi dan produktivitas tidak berubah</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ Harga jual tidak berubah</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ Biaya- biaya tidak berubah</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ Bauran penjualan akan konstan</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ Tidak ada perbedaan yang signifikan antara persediaan</span><br />
<span style="color:#003300;"> awal dan persediaan akhir</span><br />
<span style="color:#003300;"> Pendekatan dalam mengitung BEP</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ Pendekatan Persamaan</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ Pendekatan Marjin Kontribusi</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ Pendekatan Grafik</span><br />
<span style="color:#003300;"> Pendekatan persamaan</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ Y=cx – bx – a</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ Y = laba</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ c = harga jual per unit</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ x = jumlah produk</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ b = biaya variabel satuan</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ a =biaya tetap total</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ cx = hasil penjualan</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ bx = biaya variabel total</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ X(BEP dalam unit) = a/(c-b)</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ CX(BEP dalam unit) = ac/(c-b) = a/(1 &#8211; b/c)</span><br />
<span style="color:#003300;"> Biaya Tetap Vs Biaya Variabel</span><br />
<span style="color:#003300;"> Dalam hubungannya dengan volume produksi :</span><br />
<span style="color:#003300;"> (1)Biaya Variabel</span><br />
<span style="color:#003300;"> Karakteristik :</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ biaya berubah total sebanding perubahan tingkat aktivitas</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ Biaya satuan tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan (biaya</span><br />
<span style="color:#003300;"> satuan konstan)</span><br />
<span style="color:#003300;"> Contoh dalam perusahan furniture</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ Biaya perlengkapan</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ Biaya bahan bakar</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ Biaya sumber tenaga</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ Biaya perkakas kecil</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ Asuransi aktiva tetap dan kewajiban</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ Gaji satpam dan pesuruh pabri</span><br />
<span style="color:#003300;"> Dalam hubungannya dengan volume produksi :</span><br />
<span style="color:#003300;"> (2)Biaya Tetap</span><br />
<span style="color:#003300;"> Karakteristik :</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ Totalitas tidak berubah terhadap perubahan tingkat aktivitas</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ Biaya satuan berbanding terbalik terhadap perubahan volume kegiatan</span><br />
<span style="color:#003300;"> Contoh dalam perusahan furniture</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ Biaya penyusutan</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ Gaji eksekutif</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ Pajak bumi dan bangunan</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ Amortisasi paten</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ Biaya penerimaan barang</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ Biaya komunikasi</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ Upah lembur</span><br />
<span style="color:#003300;"> Dengan metoda</span><br />
<span style="color:#003300;"> 1. Pendekatan Persamaan</span><br />
<span style="color:#003300;"> 2. Pendekatan Marjin Kontribusi</span><br />
<span style="color:#003300;"> 3. Pendekatan Grafik</span><br />
<span style="color:#003300;"> Pendekatan Margin Kontribusi</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ Mengurangkan nilai penjualan total (total revenue =TR) dengan biaya</span><br />
<span style="color:#003300;"> variabel total (total Variabel cost = TVC)</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ Mengurangkan harga jual per unit dengan biaya variabel per unit guna</span><br />
<span style="color:#003300;"> menghitung margin kontribusi per unit.</span><br />
<span style="color:#003300;"> Pada Kasus CV. Donut Kotak</span><br />
<span style="color:#003300;"> Harga Jual per unit Rp. 5.000</span><br />
<span style="color:#003300;"> Biaya variabel Per Unit Rp. 3.000</span><br />
<span style="color:#003300;"> Margin kontribusi Rp. 2.000</span><br />
<span style="color:#003300;"> BEP(unit) = (Biaya tetap Total : Margin kontribusi per unit)</span><br />
<span style="color:#003300;"> BEP(unit) = 7.500.000/2.000 = 3.750 unit</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ BEP (rupiah)</span><br />
<span style="color:#003300;"> Terlebih dahulu harus dihitung Rasio Margin Kontribusi</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ Harga penjualan per unit Rp. 5.000,- 100 %</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ Biaya Variabel per unit Rp. 3.000,- 60 %</span><br />
<span style="color:#003300;"> _ Margin kontribusi Rp. 2.000,- 40 %</span><br />
<span style="color:#003300;"> Ratio margin kontribusi = 0,40</span><br />
<span style="color:#003300;"> BEP (rupiah)= (Biaya tetap Total : Rasio Margin kontribusi)</span><br />
<span style="color:#003300;"> = Rp. 7.500.000/0,40</span><br />
<span style="color:#003300;"> = Rp. 18.750.000,-</span></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="color:#003300;"><a href="http://irnawt.files.wordpress.com/2011/04/1-a23.jpg"><span style="color:#003300;"><img class="alignleft size-medium wp-image-207" title="1-A2" src="http://irnawt.files.wordpress.com/2011/04/1-a23.jpg?w=300&#038;h=172" alt="" width="300" height="172" /></span></a></span><br />
<span style="color:#003300;"> <a href="http://irnawt.files.wordpress.com/2011/04/breakevent4.gif"><span style="color:#003300;"><img class="alignleft size-medium wp-image-208" title="BreakEvent" src="http://irnawt.files.wordpress.com/2011/04/breakevent4.gif?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></span></a></span></h3>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irnawt.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irnawt.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irnawt.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irnawt.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irnawt.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irnawt.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irnawt.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irnawt.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irnawt.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irnawt.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irnawt.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irnawt.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irnawt.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irnawt.wordpress.com/202/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irnawt.wordpress.com&amp;blog=4559302&amp;post=202&amp;subd=irnawt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irnawt.wordpress.com/2011/04/28/pengertian-definisi-dan-rumus-bep-break-even-point-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/89a7828b6a9e8b91ade640c68caefaf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irnawt</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://irnawt.files.wordpress.com/2011/04/1-a23.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">1-A2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://irnawt.files.wordpress.com/2011/04/breakevent4.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">BreakEvent</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN KAS</title>
		<link>http://irnawt.wordpress.com/2011/04/28/analisis-sumber-dan-penggunaan-kas/</link>
		<comments>http://irnawt.wordpress.com/2011/04/28/analisis-sumber-dan-penggunaan-kas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Apr 2011 08:04:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ir2_na_cute</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[irna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irnawt.wordpress.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[1. Pengertian Laporan perubahan kas (cash flow statement) atau laporan sumber dan penggunaan kas disusun untuk menunjukan perubahan kas selama satu periode dan memberikan alasan mengenai perubahan tersebut dengan menun jukan darimana sumber-sumber kas dan penggunaan-penggunaanya. Laporan sumber dan penggunaan kas menggambarkan atau menunjukan aliran atau gerakan kas yaitu sumber-sumber penerimaan dan penggunaan kas dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irnawt.wordpress.com&amp;blog=4559302&amp;post=184&amp;subd=irnawt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#000080;">1. Pengertian</span><br />
<span style="color:#000080;"> Laporan perubahan kas (cash flow statement) atau laporan sumber dan penggunaan kas disusun untuk menunjukan perubahan kas selama satu periode dan memberikan alasan mengenai perubahan tersebut dengan menun jukan darimana sumber-sumber kas dan penggunaan-penggunaanya.</span><br />
<span style="color:#000080;"> Laporan sumber dan penggunaan kas menggambarkan atau menunjukan aliran atau gerakan kas yaitu sumber-sumber penerimaan dan penggunaan kas dalam periode yang bersangkutan.</span><br />
<span style="color:#000080;"> Laporan sumber dan penggunaan kas akan dapat digunakan sebagai dasar dalam menaksir kebutuhan kas dimasa mendatang dan kemungkinan sumber-sumber yang ada.</span></h3>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#000080;">Tujuan Cash Flow Statement</span><br />
<span style="color:#000080;"> &gt;&gt; Menunjukkan perubahan kas selama satu periode.</span><br />
<span style="color:#000080;"> &gt;&gt; Mengidentifikasi sumber-sumber Kas selama satu periode.</span><br />
<span style="color:#000080;"> &gt;&gt; Mengidentifikasi penggunaan Kas selama satu periode.</span></h3>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#000080;">2. Sumber Penerimaan Kas</span><br />
<span style="color:#000080;"> -&gt; Kas merupakan aktiva yang paling likwid atau merupakan salah satu unsur modal kerja yang paling tinggi likwiditasnya.</span><br />
<span style="color:#000080;"> -&gt; Kas harus direncanakan dan diawasi dengan baik. Baik penerimaan maupun penggunaannya.</span><br />
<span style="color:#000080;"> -&gt; Sumber penerimaan kas suatu perusahaan :</span><br />
<span style="color:#000080;"> 1. Hasil penjualan investasi jangka panjang</span><br />
<span style="color:#000080;"> 2. Penjualan, emisis saham atau adanya tambahan modal dari pemilik dalam bentuk kas.</span><br />
<span style="color:#000080;"> 3. Pengeluaran surat tanda bukti hutang (wesel, obligasi)</span><br />
<span style="color:#000080;"> 4. Bertambahanya Hutang (kewajiban ) baik jangka pendek maupun panjang.</span><br />
<span style="color:#000080;"> 5. adanya penurunan atau berkurangnya aktiva lancar selain kas yang diimbangi dengan adanya penerimaan kas.</span><br />
<span style="color:#000080;"> 6. adanya penerimaan kas karena sewa , bunga atau devuden dari investasinya, sumbangan, hadiah dan restitusi pajak.</span></h3>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#000080;">Sedangkan penggunaan atau pengeluaran kas dapat disebabkan karena adanya transaksi-transaksi sebagai berikut.</span><br />
<span style="color:#000080;"> 1). Penggunaan kas</span><br />
<span style="color:#000080;"> a. Pembelian saham atau obligasi sebagai investasi jangka pendek maupun jangka panjang.</span><br />
<span style="color:#000080;"> b. Penarikan kembali saham yang beredar maupun pengambilan (prive) oleh pemilik.</span><br />
<span style="color:#000080;"> c. Pelunasan atau pembayaran angsuran hutang</span><br />
<span style="color:#000080;"> d. Pembelian barang dagangan secara tunai.</span><br />
<span style="color:#000080;"> e. Pembayaran biaya operasi perusahaan.</span><br />
<span style="color:#000080;"> f. Pengeluaran kas untuk pembayaran deviden, pajak, denda dsb.</span></h3>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#000080;">2). Transaksi yang tidak mempengaruhi kas</span><br />
<span style="color:#000080;"> a. Adanya pengakuan atau pembebanan depresiasi, amortisasi, dan deplesi terhadap aktiva tetap, intangible asset dan dan wasting asset. Biaya depresiasi ini merupakan biaya yang tidak memerlukan pengeluaran kas.</span><br />
<span style="color:#000080;"> b. Pengakuan adanya kerugian piutang baik dengan membentuk cadangan kerugian piutang maupun tidak dan penghapusan piutang karena piutang yang bersangkutan tidak dapat ditagih.</span><br />
<span style="color:#000080;"> c. Adanya penghapusan atau pengurangan nilai buku dari aktiva yang dimiliki karena aktiva ybs telah habis disusutkan atau sudah tidak dapat dipakai lagi.</span><br />
<span style="color:#000080;"> d. Adanya pembayaran stock deviden, adanya penyisihan atau pembatasan pengguanaan laba dan adanya penilaian kembali (revaluasi) terhadap aktiva tetap yang dimiliki oleh perusahaan.</span><br />
<span style="color:#000080;"> e. Terhadap trasnsaksi-transaksi yang tidak mempengaruhi kas tersebut harus dilakukan jurnal penyesuaian (adjustment dan reversal )</span></h3>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irnawt.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irnawt.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irnawt.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irnawt.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irnawt.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irnawt.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irnawt.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irnawt.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irnawt.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irnawt.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irnawt.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irnawt.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irnawt.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irnawt.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irnawt.wordpress.com&amp;blog=4559302&amp;post=184&amp;subd=irnawt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irnawt.wordpress.com/2011/04/28/analisis-sumber-dan-penggunaan-kas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/89a7828b6a9e8b91ade640c68caefaf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irnawt</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengertian Modal Kerja</title>
		<link>http://irnawt.wordpress.com/2011/04/01/pengertian-modal-kerja/</link>
		<comments>http://irnawt.wordpress.com/2011/04/01/pengertian-modal-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Apr 2011 07:24:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ir2_na_cute</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irnawt.wordpress.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Setiap perusahaan dalam menjalankan aktivitas atau operasinya sehari-hari selalu membutuhkan modal kerja (working capital). Modal kerja ini misalnya digunakan untuk membayar upah buruh, gaji pegawai, membeli bahan mentah, membayar persekot dan pengeluaran-pengeluaran lainnya yang gunanya untuk membiayai operasi perusahaan. Untuk mendapatkan gambaran mengenai pengertian dari modal kerja disini peneliti kemukakan beberapa pendapat : 1. James [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irnawt.wordpress.com&amp;blog=4559302&amp;post=176&amp;subd=irnawt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4><span style="color:#e9967a;">Setiap perusahaan dalam menjalankan aktivitas atau operasinya sehari-hari selalu membutuhkan modal kerja (<em>working capital</em>). Modal kerja ini misalnya digunakan untuk membayar upah buruh, gaji pegawai, membeli bahan mentah, membayar persekot dan pengeluaran-pengeluaran lainnya yang gunanya untuk membiayai operasi perusahaan. Untuk mendapatkan gambaran mengenai pengertian dari modal kerja disini peneliti kemukakan beberapa pendapat :</span></h4>
<h4><span style="color:#e9967a;">1. James C Van Harne (1997:214) menyatakan, bahwa “Modal kerja bersih adalah aktiva lancar dikurangi kewajiban lancar, dan modal kerja kotor adalah investasi perusahaan dalam aktiva lancar seperti kas, piutang dan persediaan”</span></h4>
<h4><span style="color:#e9967a;">2. J. Fred Weston Eugene F. Brigham (1991:157), menyatakan bahwa “Modal kerja adalah investasi perusahaan dalam harta jangka pendek yaitu kas, surat berharga jangka pendek, piutang dan persediaan”.</span></h4>
<h4><span style="color:#e9967a;">3. Bambang Riyanto (1995:7), mengemukakan 3 (tiga) konsep pengertian modal kerja yaitu :</span></h4>
<h4><span style="color:#e9967a;"><strong>a. Konsep kuantitatif</strong></span></h4>
<h4><span style="color:#e9967a;">Konsep ini menitikberatkan pada kuantitas dana yang tertanam dalam unsur-unsur aktiva lancar, aktiva ini merupakan aktiva sekali berputar kembali dalam bentuk semula atau dana yang tertanam dalam aktiva akan dapat bebas lagi dalam jangka pendek. Jadi menurut konsep ini adalah keseluruhan jumlah aktiva lancar. Dalam pengertian ini modal kerja sering disebut modal kerja bruto atau <em>gross working capital</em>.</span></h4>
<h4><span style="color:#e9967a;"><strong>b. Konsep kualitatif</strong></span></h4>
<h4><span style="color:#e9967a;">Pada pengertian ini konsep modal kerja dikaitkan dengan besarnya jumlah hutang lancar atau hutang yang segera harus dibayar. Jadi modal kerja menurut konsep ini adalah sebagian aktiva lancar yang benar-benar dapat digunakan untuk membiayai operasi perusahaan tanpa mengganggu likuiditasnya, yaitu yang merupakan kelebihan aktiva lancar diatas hutang lancarnya.</span></h4>
<h4><span style="color:#e9967a;"><strong>c. Konsep fungsional</strong></span></h4>
<h4><span style="color:#e9967a;">Konsep ini menitik beratkan pada fungsi dana dalam menghasilkan pendapatan. Setiap dana yang digunakan dalam perusahaan adalah dimaksudkan untuk menghasilkan pendapatan. Aktiva lancar sebagian merupakan unsur modal kerja, walaupun tidak seluruhnya.</span></h4>
<h4><span style="color:#e9967a;">Dari uraian tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa modal kerja adalah harta yang dimiliki perusahaan yang dipergunakan untuk menjalankan kegiatan usaha atau membiayai operasional perusahaan tanpa mengorbankan aktiva yang lain dengan tujuan memperoleh laba yang optimal.</span></h4>
<h4><span style="color:#e9967a;"><strong>TUJUAN DAN SUMBER MODAL KERJA</strong></span></h4>
<h4>
<span style="color:#e9967a;"> Tujuan laporan perubahan modal kerja adalah memberikan ringkasan transaksi keuangan yang terjadi selama satu periode dengan menunjukan sumber dan penggunaan modal kerja dalam periode tersebut. Laporan perubahan modal kerja akan memberikan gambaran tentang bagaimana management mengelolah perputaran atau sirkulasi modalnya. Dimana sumber- sumber modal kerja berasal…</span></h4>
<ol>
<li>
<h4><span style="color:#e9967a;">Hasil      operasi perusahaan.</span></h4>
</li>
<li>
<h4><span style="color:#e9967a;">Keuntungan      dari pernjualan surat-surat berharga ( investasi jangka pendek )</span></h4>
</li>
<li>
<h4><span style="color:#e9967a;">Penjualan      aktiva tidak lancar</span></h4>
</li>
<li>
<h4><span style="color:#e9967a;">Penjualan      saham atau obligasi.</span></h4>
</li>
</ol>
<h4><span style="color:#e9967a;"><strong>MANFAAT MANAJEMEN MODAL KERJA</strong></span><br />
<span style="color:#e9967a;"> • Melindungi perusahaan terhadap krisis modal kerja karena turunnya nilai dari aktiva lancar.</span><br />
<span style="color:#e9967a;"> • Memungkinkan untuk dapat membayar semua kewajiban-kewajiban tepat pada waktunya.</span><br />
<span style="color:#e9967a;"> • Menjamin dimilikinya kredit standing perusahaan semakin besar dan memungkinkan bagi perusahaan untuk dapat menghadapi bahaya-bahaya atau kesulitan keuangan yang mungkin terjadi.</span><br />
<span style="color:#e9967a;"> • Memungkinkan untuk memiliki persediaan dalam jumlah yang cukup untuk melayani konsumen</span><br />
<span style="color:#e9967a;"> • Memungkinkan bagi perusahaan untuk memberikan syarat kredit yang lebih menguntungkan kepada para langganannya.</span><br />
<span style="color:#e9967a;"> • Memungkinkan bagi perusahaan untuk dapat beroperasi dengan lebih efisien karena tidak ada kesulitan untuk memperoleh barang atau jasa yang dibutuhkan.</span><br />
<span style="color:#e9967a;"> • Laporan modal kerja akan sangat berguna bagi management untuk mengadakan pengawasan terhadap modal kerja.</span></h4>
<h4><span style="color:#e9967a;"><strong>LAPORAN MODAL KERJA</strong></span><br />
<span style="color:#e9967a;"> Laporan perubahan modal kerja merupakan ringkasan tentang hasil-hasil aktivitas keuangan suatu perusahaan dalam satu periode tertentu dan menyajikan sebab-sebab perubahan-peubahan posisi keuangan perusahaan tersebut.</span></h4>
<h4>
<span style="color:#e9967a;"> Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah modal kerja adalah sebagai berikut.</span></h4>
<ol>
<li>
<h4><span style="color:#e9967a;">Sifat umum      atau tipe perusahaan (Modal kerja yang dibutuhkan perusahaan jasa (public      utility) relatif rendah karena investasi dalam persediaan dan piutang      pencairannya menjadikan relatif cepat)</span></h4>
</li>
<li>
<h4><span style="color:#e9967a;">Waktu yang      diperlukan untuk memproduksi atau mendapatkan barang dan ongkos produksi      per unit atau harga beli per unit barang. Jumlah modal kerja bukan      langsung dengan waktu yang dibutuhkan mulai dari bahan baku atau barang jadi dibeli sampai      barang-barang dijual kepada langganan. Makin panjang waktu yang diperlukan      untuk memproduksi barang atau untuk memperoleh barang makin besar kebutuhan      akan modal kerja.</span></h4>
</li>
<li>
<h4><span style="color:#e9967a;">Syarat      pembelian dan penjualan (Syarat kredit pembelian barang dagangan atau      bahan baku      akan mempengaruhi besar kecilnya modal kerja. Syarat kredit pembelian yang      menguntungkan akan memperkecil</span></h4>
<h4><span style="color:#e9967a;"> kebutuhan uang kas yang harus ditanamkan dalam persediaan, sebaliknya bila      pembayaran harus dilakukan segera setelah barang diterima maka kebutuhan      uang kas untuk membelanjai volume perdagangan menjadi lebih besar).</span></h4>
</li>
<li>
<h4><span style="color:#e9967a;">Tingkat      perputaran persediaan (Semakin sering persediaan diganti (dibeli dan dijual      kembali) maka kebutuhan modal kerja yang ditanamkan dalam bentuk      persediaan (barang) akan semakin rendah.)</span></h4>
</li>
<li>
<h4><span style="color:#e9967a;">Tingkat      perputaran piutang ( Kebutuhan modal kerja juga tergantung pada periode      waktu yang diperlukan untuk mengubah piutang menjadi uang kas.)</span></h4>
</li>
</ol>
<h4></h4>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irnawt.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irnawt.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irnawt.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irnawt.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irnawt.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irnawt.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irnawt.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irnawt.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irnawt.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irnawt.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irnawt.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irnawt.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irnawt.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irnawt.wordpress.com/176/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irnawt.wordpress.com&amp;blog=4559302&amp;post=176&amp;subd=irnawt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irnawt.wordpress.com/2011/04/01/pengertian-modal-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/89a7828b6a9e8b91ade640c68caefaf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irnawt</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Analisis Perubahan Pendapatan</title>
		<link>http://irnawt.wordpress.com/2011/04/01/analisis-perubahan-pendapatan/</link>
		<comments>http://irnawt.wordpress.com/2011/04/01/analisis-perubahan-pendapatan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Apr 2011 07:15:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ir2_na_cute</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irnawt.wordpress.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian Pendapatan Pendapatan adalah jumlah uang yang diterima oleh perusahaan dari aktivitasnya, kebanyakan dari penjualan produk dan/atau jasa kepada pelanggan. Bagi investor, pendapatan kurang penting dibanding keuntungan, yang merupakan jumlah uang yang diterima setelah dikurangi pengeluaran. Pertumbuhan pendapatan merupakan indikator penting dari penerimaan pasar dari produk dan jasa perusahaan tersebut. Pertumbuhan pendapatan yang konsisten, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irnawt.wordpress.com&amp;blog=4559302&amp;post=174&amp;subd=irnawt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4 style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#628b9d;"><strong>Pengertian Pendapatan </strong></span></span></h4>
<h4 style="text-align:justify;"><span style="color:#628b9d;"> Pendapatan adalah jumlah uang yang diterima oleh perusahaan dari aktivitasnya, kebanyakan dari penjualan produk dan/atau jasa kepada pelanggan. Bagi investor, pendapatan kurang penting dibanding keuntungan, yang merupakan jumlah uang yang diterima setelah dikurangi pengeluaran. Pertumbuhan pendapatan merupakan indikator penting dari penerimaan pasar dari produk dan jasa perusahaan tersebut. Pertumbuhan pendapatan yang konsisten, dan juga pertumbuhan keuntungan, dianggap penting bagi perusahaan yang dijual ke publik melalui saham untuk menarik investor. </span></h4>
<h4 style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#628b9d;"><strong>Sumber pendapatan : </strong></span></span></h4>
<h4 style="text-align:justify;"><span style="color:#628b9d;">1.	Transaksi modal atau pendanaan yang mengakibatkan adanya tambahan dana yang ditanamkan oleh pemegang obligasi dan pemegang saham. </span></h4>
<h4 style="text-align:justify;"><span style="color:#628b9d;">2.	Laba dari penjualan aktiva yang bukan berupa produk perusahaan seperti aktiva tetap, surat berharga atau penjualan anak/cabang perusahaan. </span></h4>
<h4 style="text-align:justify;"><span style="color:#628b9d;">3.	hadiah , sumbangan atau penemuan</span></h4>
<h4 style="text-align:justify;"><span style="color:#628b9d;"> 4.	revaluasi aktiva </span></h4>
<h4 style="text-align:justify;"><span style="color:#628b9d;">5.	penyerahan produk perusahaan, yaitu aliran hasil penjualan produk </span></h4>
<h4 style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;color:#628b9d;"><strong>Proses terbentuk dan terealisasinya pendapatan : </strong></span></h4>
<h4 style="text-align:justify;"><span style="color:#628b9d;">1.	EARNING PROCESS (proses pembentukan pendapatan) = konsep terjadinya pendapatan .Pendapatan dianggap terbentuk bersamaan dengan seluruh proses berlangsungnya operasi perusahaan (produksi, penjualan dan pengumpulan piutang).</span></h4>
<h4 style="text-align:justify;"><span style="color:#628b9d;"> 2.	REALIZATION PROCESS (proses realisasi pendapatan) .Pendapatan dianggap terbentuk setelah produk selesai dikerjakan dan terjual langsung / atas dasar kontrak penjualan.</span></h4>
<h4 style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#628b9d;"> Pengukuran Pendapatan </span></span></strong></h4>
<h4 style="text-align:justify;"><span style="color:#628b9d;">Pendapatan diukur dengan nilai wajar yang dapat diterima, jumlah pendapatan biasanya ditentukan oleh persetujuan antara perusahaan dan pembeli yang diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau yang dapat diterima perusahaan dikurangi jumlah discount dagang dan rabat volume yang diperbolehkan perusahaan, umumnya berbentuk kas atau setara kas. Bila arus masuk dari kas atau setara kas ditangguhkan nilai wajar dari imbalan tersebut mungkin kurang dari jumlah nominal dari kas yang diterima atau yang dapat diterima. Bila barang atau jasa dipertukarkan untuk barang atau jasa dengan sifat nilai yang sama maka pertukaran tidak dianggap sebagai transaksi yang mengakibatkan pendapatan. Dan bila barang dijual atau jasa diberikan untuk dipertukarkan dengan barang dan jasa yang tidak serupa pertukaran tersebut dianggap sebagai transaksi yang mengakibatkan pendapatan. Pendapatan tersebut diukur pada nilai wajar dari barang atau jasa yang diserahkan, disesuaikan dengan jumlah kas atau setara kas yang ditransfer. </span></h4>
<h4 style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#628b9d;">KarakteristikPendapatan : P&amp;L menyatakan bahwa pendapatan dapat ditinjau dari 2 aspek : FISIK &amp; MONETER </span></span></strong></h4>
<h4 style="text-align:justify;"><span style="color:#628b9d;">1.	Aspek fisik : pendapatan adalah hasil akhir suatu aliran fisik dalam proses menghasilkan laba </span></h4>
<h4 style="text-align:justify;"><span style="color:#628b9d;">2.	Aspek moneter : pendapatan adalah aliran masuk aktiva yang berasal dari kegiatan operasi perusahaan dalam arti luas.</span></h4>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irnawt.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irnawt.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irnawt.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irnawt.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irnawt.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irnawt.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irnawt.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irnawt.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irnawt.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irnawt.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irnawt.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irnawt.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irnawt.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irnawt.wordpress.com/174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irnawt.wordpress.com&amp;blog=4559302&amp;post=174&amp;subd=irnawt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irnawt.wordpress.com/2011/04/01/analisis-perubahan-pendapatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/89a7828b6a9e8b91ade640c68caefaf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irnawt</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Analisis Laporan Keuangan</title>
		<link>http://irnawt.wordpress.com/2011/02/24/analisis-laporan-keuangan-2/</link>
		<comments>http://irnawt.wordpress.com/2011/02/24/analisis-laporan-keuangan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Feb 2011 13:03:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ir2_na_cute</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[TUGAS ALK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irnawt.wordpress.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[i. 1. Ruang Lingkup Laporan Keuangan A. Arti Penting Laporan Keuangan Mereka yang mempunyai kepentingan terhadap perkembangan suatu perusahaan sangatlah perlu untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan tersebut. Dimana kondisi keuangan suatu perusahaan tercermin dalam laporan keuangannya. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai pengertian laporan keuangan, sifat laporan keuangan, tujuan laporan keuangan, keterbatasan laporan keuangan serta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irnawt.wordpress.com&amp;blog=4559302&amp;post=167&amp;subd=irnawt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#9932cc;"><em><strong><span style="text-decoration:underline;">i.</span></strong></em></span><br />
<span style="color:#9932cc;"><em><strong><span style="text-decoration:underline;"> 1.	Ruang Lingkup Laporan Keuangan</span></strong></em></span></h3>
<h3 style="text-align:center;"><strong><em><span style="color:#9932cc;">A.	Arti Penting Laporan Keuangan</span></em></strong></h3>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#9932cc;">Mereka yang mempunyai kepentingan terhadap perkembangan suatu perusahaan sangatlah perlu untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan tersebut. Dimana kondisi keuangan suatu perusahaan tercermin dalam laporan keuangannya. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai pengertian laporan keuangan, sifat laporan keuangan, tujuan laporan keuangan, keterbatasan laporan keuangan serta kepentingan pihak-pihak terhadap laporan keuangan itu.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Pada mulanya laporan keuangan bagi suatu perusahaan hanyalah sebagai “ alat penguji” dari pekerjaan bagian pembukuan, tetapi untuk selanjutnya laporan keuangan tidak hanya sebagai alat penguji saja tetapi juga sebagai dasar menentukan atau menilai posisi keuangan perusahaan tersebut, di mana dengan hasil analisa tersebut pihak-pihak yang berkepentingan mengambil suatu keputusan.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap posisi keuangan maupun perkembangan suatu perusahaan adalah : para pemilik perusahaan, manajer perusahaan yang bersangkutan, para kreditur, banker , para investor dan pemerintah di mana perusahaan tersebut berdomisili, buruh serta pihak-pihak lainnya lagi.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Laporan keuangan akan dapat digunakan oleh management untuk:</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> a.	Mengukur tingkat biaya dari berbagai kegiatan perusahaan.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> b.	Untuk menentukan/mengukur efisiensi tiap-tiap bagian, proses atau produksi serta untuk menentukan derajat keuntungan yang dapat dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> c.	Untuk menilai dan mengukur hasil kerja tiap-tiap individu yang telah diserahi wewenang dan tanggung jawab.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> d.	Untuk menentukan perlu tidaknya digunakan kebijakan atau prosedur yang baru untuk mencapai hasilo yang lebih baik.</span></h3>
<h3 style="text-align:center;">
<span style="text-decoration:underline;"><strong><em><span style="color:#9932cc;"> PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN</span></em></strong></span></h3>
<h3 style="text-align:center;">
<span style="color:#9932cc;"> Akuntansi adalah seni daripada pencatatan, pengelompokan dan peringkatan daripada peristiwa-peristiwadan kejadian-kejadian yang setidaknya sebagaian bersifat keuangan dengan cara yang setepat-tepatnya dan dengan penunjuk atau dinyatakan dalam uang, serta penafsiran terhadap hal-hal yang timbul daripadanya.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Laporan keuangan adalah ringkasan dari proses akutansi selama tahun buku yang bersangkutan yang digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap data atau aktivitas perusahaan tersebut.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Pada umumnya laporan keuangan terdiri dari neraca dan perhitungan rugi laba serta laporan perubahan modal, dimana neraca menggambarkan jumlah aktiva, hutang dan modal dari suatu perusahaan pada tanggal tertentu, sedangkan laporan rugi laba memperlihatkan hasil- hasil yang telah dicapai oleh perusahaan serta biaya yang terjadi selama periode tertentu dan laporan perubahan modal menunjukan sumber dan penggunaan atau alasan-alasan yang menyebabkan perubahan modal perusahaan. Selain diatas laporan keuangan juga sering mengikut sertakan laporan lain yang sifatnya membantu untuk memperoleh keterangan lebih lanjut, diantara laporan tersebut adalah laporan perubahan modal kerja, laporan sumber dan penggunaan kas (laporan arus kas), laporan sebab-sebab perubahan laba kotor, laporan biaya produksi serta daftar-daftar lainnya.</span></h3>
<h3 style="text-align:center;">
<strong><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#9932cc;"> Sifat Laporan Keuangan</span></span></em></strong></h3>
<h3 style="text-align:center;">
<span style="color:#9932cc;"> Laporan keuangan dibuat dengan maksud memberikan gambaran kemajuan (progress report) perusahaan secara periodik. Jadi laporan keuangan bersifat histories serta menyeluruh dan sebagai suatu progress report. Laporan keuangan terdiri dari data-data yang merupakan hasil dari kombinasi antara fakta yang telah dicatat, prinsip-prinsip dan kebiasaan-kebiasaan dalam akutansi serta pendapat pribadi.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Fakta-fakta yang telah dicatat, laporan keuangan dibuat berdasarkan fakta dari catatan akutansi, pencatatan dari pos-pos ini merupakan catatan histories dari peristiwa yang telah terjadi dimasa lampau dan jumlah uang yang tercatat dinyatakan dalam harga pada waktu terjadinya peristiwa tersebut. Dengan sifat yang demikian maka laporan keuangan tidak dapat mencerminkan posisi keuangan dari suatu perusahaan dalam kondisi perekonomian paling akhir.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Prinsip dan kebiasaan di dalam akutansi, data yang dicatat didasarkan pada prosedur maupun anggapan-anggapan tertentu yang merupakan prinsip-prinsip akutansi yang lazim, di dalam akutansi juga digunakan prinsip atau anggapan-anggapan yang melengkapi konvensi-konvensi atau kebiasaan yang digunakan antara lain : bahwa perusahaan akan tetap berjalan sebagai suatu yang going concern, konsep ini menganggap bahwa perusahaan akan berjalan terus, konsekwensinya bahwa jumlah-jumlah yang tercantum dalam laporan merupakan nilai-nilai untuk perusahaan yang masih berjalan yang didasarkan pada nilai atau harga pada terjadinya peristiwa itu. Jadi jumlah uang yang tercantum dalam laporan bukanlah nilai realisasi jika aktiva tersebut dijual.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Pendapat pribadi, dimaksudkan bahwa walaupun pencatatan akutansi telah diatur oleh dalil-dalil dasar yang telah ditetapkan yang sudah menjadi standar praktek pembukuan, namun penggunaan tersbut tergantung oleh akuntan atau pihak manajemen perusahaan yang bersangkutan missal dalam menentukan nilai persediaan itu tergantung pendapat pribadi manajement serta berdasar pengalaman masa lalu</span></h3>
<h3 style="text-align:center;">
<span style="text-decoration:underline;"><strong><em><span style="color:#9932cc;"> SYARAT-SYARAT LAPORAN KEUANGAN</span></em></strong></span></h3>
<h3 style="text-align:center;">
<span style="color:#9932cc;"> Dibagi 2 yaitu:</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> a.	Keterbatasan Laporan Keuangan</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> 1.	 Laporan keuangan yang dibuat secara periodic pada dasarnya merupakan interim report(laporan yang dibuat antara waktu tertentu yang sifatnya sementara) dan bukan merupakan laporan yang final.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> 2.	Laporan keuangan menunjukan angka dalam rupiah yang kelihatannya bersifat pasti dan tepat, tetapi sebenarnya dasar penyusunannya dengan standar nilai yang mungkin berbeda atau berubah-ubah.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> 3.	Laporan keuangan disusun berdasarkan hasil pencatatan transaksi keuangan atau nilai rupiah dari berbagai waktu atau tanggal yang lalu, di mana daya beli (purchasing power)uang tersebutsemakin menurun, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> 4.	Laporan keuangan tidak dapat mencerminkan berbagai factor yang dapat mempengaruhi posisi atau keadaan keuangan perusahaan karena factor-faktor tersebut tidak dapat dinyatakan dengan satuan uang (dikwantifisir).</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> 5.	Laporan keuangan sifatnya sementara dan bukan laporan yang final, karena itu jumlah dan hal-hal yang dilaporkan dalam laporan keuangan tidak menunjukan nilai likuiditas atau realisasi dimana dalam pembuatannya terdapat pendapat-pendapat pribadi yang telah dilakukan oleh akuntan atau management yang bersangkutan.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> 6.	angka yang tercantun dalam laporan keuangan hanya merupakan nilai buku (book value) yang belum tentu sama dengan harga pasar sekarang maupun nilai gantinya.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> 7.	Untuk para investor laporan keuangan hanya bersifat membantu, masih memerlukan ramalan-ramalan sebabnya adalah bahwa data-data yang disajikan oleh akutansi semata-mata hanya didasarkan atas “cost” (yang bersifat histories) dan bukan atas dasar nilainya, akhirnya timbul jurang (gap) yang cukup besar antara hak kekayaan pemegang saham berupa aktiva bersih perusahaan yang dinyatakan dalam harga pokok historis dengan harga saham yang tercatat dibursa. (ikatan akutansi Indonesia, Jakarta 1974,hal 14).</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> 8.	laporan keuangan bersifat konserfatif dalam sikapnya menghadapi ketidakpastian, peristiwa yang tidak menguntungkan segera diperhitungkan kerugiannya. Harta, kekayaan bersih, dan pendapatan bersih selalu dihitung dalam nilainya yang paling rendah.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> 9.	laporan keuangan itu bersifat umum, dan bukan untuk memenuhi keperluan tiap-tiap pemakai.</span></h3>
<h3 style="text-align:center;">
<span style="text-decoration:underline;"><strong><em><span style="color:#9932cc;"> TUJUAN LAPORAN KEUANGAN</span></em></strong></span></h3>
<h3 style="text-align:center;">
<span style="color:#9932cc;"> Laporan keuangan dibuat untuk suatu tujuan dimana tertuang dalam Prinsip akutansi Indonesia 1984 mengenai tujuan-tujuan tersebut adalah sebagai berikut:</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> 1.	Untuk memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai sumber-sumber ekonomi dan kewajiban serta modal suatu perusahaan.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> 2.	Untuk memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan dalam sumber ekonomi neto (sumber dikurangi kewajiban) suatu perusahaan yang timbul dari aktivitas perusahaan dalam rangka memperoleh laba.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> 3.	Untuk memberikan informasi keuangan yang membantu para pemakai laporan di dalam mengestimasi potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> 4.	Untuk memberikan informasi penting lainnya mengenai perubahan dalam sumber-sumber ekonomi dan kewajiban seperti informasi mengenai aktivitas pembelanjaan dan penanaman</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> 5.	Untuk mengungkapkan sejauh mungkin informasi lain yang berhubungan dengan laporan keuangan yang relevan untuk kebutuhan pemakai laporan, seperti informasi mengenai kebijaksanaan akutansi yang dianut perusahaan.</span></h3>
<h3 style="text-align:center;">
<strong><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#9932cc;"> PROSEDUR ANALISIS LAPORAN KEUANGAN</span></span></em></strong></h3>
<h3 style="text-align:center;">
<span style="color:#9932cc;"> Prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Prosedur penyusunan laporan keuangan koperasi berlangsung selama dua belas bulan atau satu tahun. Proses penyusunan laporan keuangna koperasi dimulai dari proses akuntansi yang berupa:</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penganalisaan data keuangan dari koperasi yang bersangkutan. Kegiatan pencatatan, penggolongan dan peringkasan merupakan proses yang dilakukan secara rutin dan berulang – ulang setiap terjadi transaksi keuangan, sedangkan kegiatan pelaporan dan penganalisaan dilakukan pada waktu – waktu tertentu (Sri Apsari 1987:18)</span></h3>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#9932cc;">Suatu data supaya mempunyai arti bagi pemakainya haruslah diolah atau diproses untuk menghasilkan informasi. Informasi yang dihasilkan oleh proses akuntansi berupa peringkasan peristiwa – peristiwa keuangan koperasi yang dalam hal ini diartikan sebagai laporan keuangan.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Laporan keuangan yang mempunyai hasil dari proses akuntansi dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu koperasi dengan pihak &#8211; pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas koperasi tersebut.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Analisa terhadap laporan keuangan dimaksudkan agar data keuangan tersebut dapat lebih berarti dalam mendukung keputusan yang akan diambil baik oleh manajemen maupun pihak ekstern yang mempunyai kepentingan terhadap perusahaan.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Beberapa faktor yang harus diperhatikan untuk dapat mengetahui teknik analisa laporan keuangan, maka seorang analis harus menguasai tentang:</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> •         Proses penyusunan laporan keuangan</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> •         Konsep, sifat dan karakteristik laporan keuangan</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> •         Teknik analisa laporan keuangan; dan</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> •         Segment dan lingkungan bisnis yang akan dianalisa</span></h3>
<h3 style="text-align:center;"><span style="text-decoration:underline;"><em><span style="color:#9932cc;">METODE ANALISIS LAPORAN KEUANGAN YANG DIBANDINGKAN</span></em></span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Macam-macam teknik analisis</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Laporan Keuangan</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> 1.Analisis Rasio</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Adalah hubungan matematis antaradua kuantitas</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> 2 .Analisis Common Size</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Adalah analisis dengan pembacaan data-data keuangan untuk beberapa periode(untuk mencari trend-trend tertentu)</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> 3. Analisis Du Pont</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Adalah analisis yang mempertajam analisis rasio dengan memisahkan profitabilitas dengan pemanfaatan aset.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> 4.Analisis Cross Section</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Adalah perbandingan data keuangan suatu perusahaan dengan perusahaan atau</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> industri yg sejenis</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> 5.Analisis Time Series dan Forecasting</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> adalah analisis terhadap data historis untuk melihat tren yang mungkin timbul</span></h3>
<h3 style="text-align:center;"><strong><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#9932cc;">B.	BENTUK-BENTUK LAPORAN KEUANGAN(diakui oleh IAI)</span></span></em></strong><br />
<strong><em><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#9932cc;"> NERACA</span></span></em></strong><br />
<span style="color:#9932cc;"> Neraca adalah laporan keuangan yang sistematis tentang aktiva, hutang serta modal dari suatu perusahaan pada suatu saat tertentu. Tujuan neraca dadalah untuk menunjukan posisi keuangan sauatu perusahaan pada suatu tanggal tertentu, biasanya pada waktu di mana buku-buku ditutup dan ditentukan sisanya pada suatu akhir tahun fiscal atau tahun kalender, sehingga neraba sering disebut dengan Balance Sheet.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> 1.	AKTIVA</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Merupakan jumlah uang yang dinyatakan atas sumber-sumber ekonomi yang dimiliki sebuh perusahaan , baik uang, barang maupun hak-hak yang dapat dijamin oleh undang-undang atau pihak-pihak tertentu yang timbul dari transaksi / peristiwa damasa lalu. Aktiva terdiri dari yaitu Aktiva Lancar (Current Assets)  dan Aktiva Tetap ( Fixed Asett).</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> 	Aktiva Lancar (Current Assets)</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Penggolongan aktiva/harta yang tergantung dari jangka waktu rata-rata yang diperlukan oleh aktiva yang bersangkutan untuk beralih bentuk kembali menjadi uang. Jika jangka waktunya satu tahun atau kurang dari satu tahun , maka aktiva tersebut dapat digolongkan ke dalam aktiva lancar (Current Assets).</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Current Assets tersebut biasanya diurutka berdasarkan tingkat kecairannya dan umunya tersusun sebagai berikut.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> •	Kas</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Jumlah uang yang tersedia baik didalam kas perusahaan maupun uang yang disimpan di dalam bank. Contoh: Check, Pos Wesel, dll</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> •	Surat Berharga</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Surat berharga adalah pemilikan surat-surat berharga yang bersifat sementara, sehingga setiap saat dapat di jual untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.Contoh: Saham, Obligasi, dll</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> •	Wesel Tagih</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Wesel Tagih adalah janji yang diberikan seseorang berupa sebuah pernyataan kesanggupannya untuk membayar pada waktu tertentu secara tertulis. Promes tagih ini bisa dipindahkan atau diperjual belikan maupun dialihkan kepada bank untuk menambah kas pada perusahaan.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> •	Piutang Dagang</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Piutang Dagang adalah suatu tagihan-tagihan terhadap perusahaan atau pihak-pihak tertentu yang timbul akibat penjualan-penjualan barang dagang dengan kredit atau tagihan-tagihan yang disebabkan perusahaan telah memberikan jasa tertentu. Contoh: Piutang Wesel, Piutang Penghasilan, dll.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> •	Persediaan Barang</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Persediaan barang mempunyai beberapa jenis barang yang dibeli oleh perusahaan untuk dijual kembali atau diolah melalui proses produksi (persediaan bahan mentah, persediaan produk dalam proses, persediaan produk selesai).</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> 	Aktiva tidak lancar</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Aktiva yang menpunyai umur kegunaan relatip permanen atau jangka panjang (mempunyai umur ekonomis lebih dari satu tahun atau tidak habis dalam satu kali perputaran opersi perusahaan). Yang termasuk aktiva tidak lancar adalah:</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> •	Investasi jangka panjang ini dapat berupa: (1) saham dari perusahaan lain, obligasi atau pinjaman kepada perusahaan lain; (2) aktiva tetap yang tidak ada hubungannya dengan usaha perusahaan ataupun (3) dalam bentuk dana-dana yang sudah mempunyai tujuan tertentu.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> 	Aktiva Tetap ( Fixed Asett)</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Aktiva yang dibeli/dimiliki untuk kegiatan operasional perusahaan.Contoh: Bangunan, mesin,kendaraan,tanah,mebel dan perlatan, sumber-sumber alam.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Dalam akuntansi, aktiva tetap di golongkan menjadi 2, yaitu:</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> a.	Aktiva Tetap Berwujud</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Aktiva tetap berwujud meliputi semua barang yang dimiliki perusahaan dengan tujuan untuk dipakai secara aktif dalam operasi perusahaan, dan mempunyai masa kegunaan yang relative permanen. Di dalam neraca, aktiva tetap berwujud disajikan mulai dari aktiva yang paling permanen sampai dengan aktiva yang relative kurang permanen.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> b.	Aktiva Tetap tidak Berwujud (Intangible Fixet Asset)</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Aktiva tetap tidak berwujud meliputi hak-hak preferensi yang dapat dijamin oleh undang-undang, kontrak, perjanjian, dan memiliki manfaat dalam waktu relative permanen. Meliputi : Hak Cipta, Merk Dagang, Biaya Pendirian, Lisensi, Goodwill Dsb.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> 	Beban Yang Ditangguhkan (deferred changes)</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Menunjukan  adanya pengeluaran atau biaya yang mempunyai manfaat jangka panjang, atau suatu pengeluaran yang akan dibebankan juga padaperiode-periode berikutnya.  Biaya pemasaran, diskonto, obligasi, biaya pembukuan perusahaan, biaya penelitian dan sebagainya.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> 	Aktiva Lain-lain</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Menunjukan kekayaan atau aktiva perusahaan yang tidak dapat atau belum dapat dimasukan dalam klasifikasi-klasifkasi sebelumnya. Misalnya : gedung dala proses, tanah dalam penyelesaian, piutang jangka panjang.</span></h3>
<h3 style="text-align:center;">
<span style="color:#9932cc;"> 2.	HUTANG</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> jumlah uang yang dinyatakan atas kewajiban-kewajiban untuk menyerahkan uang, barang dan jasa-jasa kepada pihak-pihak  lain di masa yang akan datang. Kewajiban-kewajiban timbul sebagai akibat dari transaksi/ peristiwa yang mempengaruhi peruahaan dimasa yang lalu.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> •	Hutang Lancar (1 tahun)</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Hutang-hutang yang akan diselesaikan pembayaranya dengan menggunakan aktiva lancar atau dengan menciptakan hutang lancar yang baru.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Contoh: Hutang dagang, Hutang wesel, Hutang biaya, Hutang sewa, Hutang wesel, Hutang penghasilan, dll.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> a.	Hutang dagang adalah hutang yang timbul karena adanya pembelian barang dagangan secara kredit.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> b.	Hutang wesel adalah hutang yang disertai dengan janji tertulis untuk melakukan pembayaran sejumlah tertentu pada waktu tertentu dimasa yang akan datang.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> c.	Hutang wesel adalah pajak untuk perusahaan yang bersangkutan maupun pajak pendapatan karyawan yang belum disetorkan ke kas Negara.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> d.	Hutang jangka panjang yang segera jatuh tempo adalah sebagian hutang jangka panjang yang sudah menjadi hutang jangka pendek, karena harus segera dilakukan pembayarannya.</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> e.	Penghasilan yang diterima dimuka adalah penerimaan uang untuk penjualan barang/jasa yang belum direalisir.</span></h3>
<h3 style="text-align:center;">
<span style="color:#9932cc;"> 3.	MODAL</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Sisa hak atas aktiva di dalam perusahaan setelah dikurangi dengan seluruh hutang-hutangnya. Hak atas aktiva tersebut melekat pada pemilik sebagai pihak yang menanggung segala resiko dan ketidakpastian akan kegagalan perusahaan.</span></h3>
<h3 style="text-align:center;">
<span style="color:#9932cc;"> 4.	LAPORAN LABA RUGI</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Iktisar pengaru-pengaruh financial dari usaha-usaha perusahaan yang menguntukan atau merugikan selama jangka waktu tertentu.</span></h3>
<h3 style="text-align:center;">
<span style="color:#9932cc;"> 5.	LAPORAN PERUBAHAN MODAL</span><br />
<span style="color:#9932cc;"> Laporan yang menyajikan perubahan posisi modal perusahaan selama satu periode tertentu.</span></h3>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irnawt.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irnawt.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irnawt.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irnawt.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irnawt.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irnawt.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irnawt.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irnawt.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irnawt.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irnawt.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irnawt.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irnawt.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irnawt.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irnawt.wordpress.com/167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irnawt.wordpress.com&amp;blog=4559302&amp;post=167&amp;subd=irnawt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irnawt.wordpress.com/2011/02/24/analisis-laporan-keuangan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/89a7828b6a9e8b91ade640c68caefaf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irnawt</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ANALISIS LAPORAN KEUANGAN</title>
		<link>http://irnawt.wordpress.com/2011/02/24/analisis-laporan-keuangan/</link>
		<comments>http://irnawt.wordpress.com/2011/02/24/analisis-laporan-keuangan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Feb 2011 12:55:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ir2_na_cute</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[TUGAS ALK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irnawt.wordpress.com/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[ii 1. ANALISA TREAD DAN ANALISA % KOMPONEN A. ANALISA TREAD Adalah sebuah metode sederhana dalam mencatat rasio dan biaya setiap bulan dan setiap tahunnya. Analisa tread digunakan untuk mengadakan perbandingan rasio dari waktu ke waktu untuk diketahui perkembangannya.dan suatu metode analisis statistika yang ditujukan untuk melakukan suatu estimasi atau peramalan pada masa yang akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irnawt.wordpress.com&amp;blog=4559302&amp;post=156&amp;subd=irnawt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align:justify;"><span style="color:#cc33ff;">ii</span></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><em><strong><span style="color:#cc33ff;">1.	ANALISA TREAD DAN ANALISA % KOMPONEN</span></strong></em></span><br />
<span style="text-decoration:underline;"><strong><em><span style="color:#cc33ff;"> A.	ANALISA TREAD</span></em></strong></span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Adalah sebuah metode sederhana dalam mencatat rasio dan biaya setiap bulan dan setiap tahunnya. Analisa tread digunakan untuk mengadakan perbandingan rasio dari waktu ke waktu untuk diketahui perkembangannya.dan suatu metode analisis statistika yang ditujukan untuk melakukan suatu estimasi atau peramalan pada masa yang akan datang. Untuk melakukan peramalan dengan baik maka dibutuhkan berbagai macam informasi (data) yang cukup banyak dan diamati dalam periode waktu yang relatif cukup panjang, sehingga hasil analisis tersebut dapat mengetahui sampai berapa besar fluktuasi yang terjadi dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi terhadap perubahan tersebut.</span></h3>
<h3 style="text-align:justify;">
<span style="color:#cc33ff;"> JENIS-JENIS TREAD</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> 1.	Tread Linier dengan metode kuadrat kecil</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Metode tersebut juga merupakan metode yang memuaskan untuk dapat menggambarkan garis tread jika disperse bersifat independen dan merupakan selisih random serta tersebar secara kurang lebih normal sekitar nilai-nilai treadnya.</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> 2.	Tread Parabolic</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> kriteria yang bisa dipakai dalam penggunaan tread parabolic adalah penggambaran data asli dalam kertas berskala hitung cenderung berbentuk atau berpola parabot atau garis lengkung.</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> 3.	Tread Exsponensial</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Beberapa kriteria yang dapat dilakukan dalam penggunaan  Tread Exsponensial adalah:</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> a.	Apabila penggambaran data asli pada kertas berskala hitung mempunyai pola yang tidak linier dan juga tidak parabol maka tread eksponensial dapat digunakan, jika</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> b.	Jika selisih pertama dari nilai-nilai logaritma data asli cenderung konstan.</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> c.	Jika logaritma data asli digambarkan pada kertas berskala hitung cenderung berpotensial linier.</span></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;"><strong><em><span style="color:#cc33ff;">B.	ANALISA LIKUIDITAS</span></em></strong></span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Likuiditas adalah tingkat kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajibanya yang harus segera dipenuhi. Likuiditas adalah menunjukkan tingkat kemampuan perusahaan untuk membayar utang-utang jangka pendek yang dimiliki. Ada dua factor yang digunakan dalam rasio likuiditas untuk mengukur likuiditas perusahaan adalah aktiva lancar dan utang lancar.</span></h3>
<h3 style="text-align:justify;">
<span style="color:#cc33ff;"> RASIO PENGUKUR LIKUIDITAS</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> 1.  Current Ratio</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Ratio ini menunjukan tingkat keamanan ( margin of safety ) atas kreditur jangka pendek; atau menunjukan kemampuan perusahaan untuk membayar hutang-hutang tersebut:</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Aktiva Lancar</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Current Ratio =</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Hutang Lancar</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> 2.  Acid Test Ratio</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Disebut juga Quick Ratio, yaitu menunjukan kemampuan perusahaan untuk memenuhi hutang-hutangnya tanpa memperhitungkan persediaan.</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Dengan ratio ini persediaan dianggap membutuhkan waktu yang relatif lama untuk direalisasikan menjadi uang.</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Aktiva Lancar – Persediaan</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Quick Ratio =</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Hutang Lancar</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Ratio ini dimulai lebih tajam daripada current ratio karena lainnya memperhitungkan aktiva lancar yang sangat likwid.Apabila current ratio tetapi quick rationya rendah, hal ini menunjukan adanya investasi yang besar dalam persediaan.</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> 3.  Perputaran Piutang</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Atau Turn Over Receivable, yaitu menunjukan posisi piutang serta taksiran umur / waktu pengumpulanya.</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Perputaran Piutang              =                  Total Penjualan Kredit</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Piutang Rata-rata</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Semakin tinggi ratio turn over menunjukan modal kerja yang tertanam dalam piutang rendah, sehingga keuntungan bagi perusahaan.</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Sedangkan untuk mengetahui berapa hari piutang tersebut rata-rata tidak dapat ditagih (days of receivable ) adalah:</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Days of Receivable =    Piutang Rata-rata x 360               atau                      360</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Penjualan Kredit                                       Perputaran Piutang</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Semakin tinggi ratio days of receivable menunjukan kelemahan bagian penagihan piutang.</span></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="color:#cc33ff;">Keterangan:</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> 1.      Turn over menunjukan bahwa penagihan piutang rata-rata sebanyak 3 kali dalam satu tahun.2.      Days of receivable menunjukan bahwa rata-rata yang diperlukan untuk mengumpulkan piutang adalah selama 120 hari.3.      Turn over 3 atau 300% berarti bahwa penjualan tahun tersebut sebesar 300% dari rata-rata piutang.4.      Ratio 300% juga menunjukan bahwa Rp. 3 penjualan kredit maka sebesar Rp. 1 belum dapat ditagih sampai akhir tahun.</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> 4.   Perputaran Persediaan</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Yaitu menunjukan berapa kali terjadinya penggantian persediaan dalam satu tahun serta tersimpannya persediaan tersebut di dalam gudang.Pada perusahaan manufaktur terdapat tiga macam persediaan:</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> a.   RAW MATERIAL TURNOVER =                    Cost of raw material used</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> ( Barang mentah )                           Average raw material inventory</span></h3>
<h3 style="text-align:justify;">
<span style="color:#cc33ff;"> b.   GOODS IN PROCESS TURNOVER =              Cost of good manufacturred                     (Barang dalam proses)                            Average work in process inventory</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Cost of goods sold</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> c.   FINISHED GOODS TURNOVER  =</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> (Barang jadi )                                            Average finished goods inventory</span></h3>
<h3 style="text-align:justify;"></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="color:#cc33ff;">RASIO PENGUKURAN SOLVABILITAS</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> 1.  Rasio Modal dengan Total Asset</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Menunjukan beberapa besarnya modal sendiri yang tertanam dalam aktiva serta margin of  protection atau tingkat keamanan yang dimiliki oleh kreditur.</span></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="color:#cc33ff;">Rumus:                       Modal Sendiri</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Total Asset</span></h3>
<h3 style="text-align:justify;">
<span style="color:#cc33ff;"> 2.  Rasio Modal dengan Aktiva TetapMenunjukan seberapa besar aktiva tetap tersebut dibiayai dari modal sendiri. Semakin besar modal sendiri (Owner’s equity ) lebih menguntungkan bagi perusahaan, karena sudah sewajarnya kalau aktiva tetap dibiayai dari modal sendiri.</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Rumus:                       Modal Sendiri</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Aktiva Tetap</span></h3>
<h3 style="text-align:justify;">
<span style="color:#cc33ff;"> 3.   Rasio Aktiva Tetap dengan Hutang Jangka Panjang</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Merupakan ratio untuk mengetahui tentang tingkat keamanan yang dimiliki oleh kreditur jangka panjang atau untuk mengukur seberapa besar hutang jangka panjang tersebut dijamin dengan aktiva tetap yang dimilki perusahaan.</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Rumus:                                     Aktiva Tetap</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Hutang Jangka Panjang</span></h3>
<h3 style="text-align:justify;">
<span style="color:#cc33ff;"> RATIO PENGUKUR RETABILITAS</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> 1.  Ratio Operating Income dengan Operating Assets Menunjukan tingkat efisiensi perusahaan, yaitu seberapa besar operating assets tersebut dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan. Rumus:</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Operting income              atau                    Laba usaha</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Operating Asset                                          Aktiva usaha</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Apabila ratio ini rendah menunjukan adanya beberapa kemungkinan, yaitu:</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> •               Adanya over investment dalam aktiva yang digunakan dalam rangka memperoleh penjualan.</span></h3>
<h3 style="text-align:justify;">
<span style="color:#cc33ff;"> 	ANALISA PROFITABILITAS</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Profitabilitas adalah hal yang penting dalam usaha, alat untuk mengukur pendapatan anda dengan beberapa cara. Rasio ini akan mengukur keuntungan dari penjualan anda (return on sales), keuntungan dari aktiva anda (return on asset) dan keuntungan dari investasi anda (return on investment).</span></h3>
<h3 style="text-align:justify;">
<span style="color:#cc33ff;"> 	ANALISA AKTIVITAS</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Aktivitas adalah rasio-rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa jauh efektifitas penggunaan dana yang dimiliki oleh perusahaan yang bersangkutan.</span></h3>
<h3 style="text-align:justify;">
<span style="text-decoration:underline;"><strong><em><span style="color:#cc33ff;"> C.	ANALISA COMMAND SIZE</span></em></strong></span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Analisis Common Size Statement dilakukan untuk mengetahui persentase investasi</span></h3>
<h3 style="text-align:justify;">
<span style="text-decoration:underline;"><strong><em><span style="color:#cc33ff;"> D.	STANDARD BASIS INDUSTRI</span></em></strong></span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Akuntansi Predictor Rasio menunjukkan potensi pertumbuhan atau kegagalan.</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Akuntansi Profitabilitas Rasio yang menggunakan analisis marjin dan menunjukkan penjualan dan pengembalian modal yang digunakan.</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Akuntansi Manajemen Aset Rasio yang menggunakan langkah-langkah omset untuk menunjukkan seberapa efisien perusahaan-perusahaan di sektor ini tampil dalam operasi dan penggunaan aset.</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Rasio likuiditas Akuntansi yang memberikan gambaran keuangan jangka pendek situasi&#8217;s industri atau solvabilitas.</span><br />
<span style="color:#cc33ff;"> Akuntansi Manajemen Utang Rasio yang menunjukkan apabila utang digunakan dalam struktur ibukota sektor ini.</span></h3>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irnawt.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irnawt.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irnawt.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irnawt.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irnawt.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irnawt.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irnawt.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irnawt.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irnawt.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irnawt.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irnawt.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irnawt.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irnawt.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irnawt.wordpress.com/156/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irnawt.wordpress.com&amp;blog=4559302&amp;post=156&amp;subd=irnawt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irnawt.wordpress.com/2011/02/24/analisis-laporan-keuangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/89a7828b6a9e8b91ade640c68caefaf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irnawt</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>WARNA-WARNI IGA PANGGANG</title>
		<link>http://irnawt.wordpress.com/2010/12/30/warna-warni-iga-panggang/</link>
		<comments>http://irnawt.wordpress.com/2010/12/30/warna-warni-iga-panggang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 10:35:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ir2_na_cute</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan 11]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irnawt.wordpress.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[BAHAN: IGA SAPI (potong 5 cm) 500Gr SAUCE:  Bawang merah (potong kotak kecil) 50 Gr  Tamot (potong kotak kecil) 50 Gr  Sereh (diiris tipis) 2 Pcs  Cabai rawit merah (iris tipis) 10 Pcs  Cabai merah besar (iris kotak kecil) 5 Pcs  Air jeruk lemon 1 Pcs  Garam, merica [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irnawt.wordpress.com&amp;blog=4559302&amp;post=154&amp;subd=irnawt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align:justify;"><span style="color:#4b0082;"><em><strong>BAHAN:</strong></em></span><br />
<span style="color:#4b0082;">IGA SAPI (potong 5 cm)					500Gr</span></h3>
<h3 style="text-align:justify;">
<em><strong><span style="color:#9933ff;">SAUCE:</span></strong></em><br />
<span style="color:#9933ff;"> 	Bawang merah (potong kotak kecil)		50 Gr</span><br />
<span style="color:#9933ff;"> 	Tamot (potong kotak kecil)			50 Gr</span><br />
<span style="color:#9933ff;"> 	Sereh (diiris tipis)					  2 Pcs</span><br />
<span style="color:#9933ff;"> 	Cabai rawit merah (iris tipis)			10 Pcs</span><br />
<span style="color:#9933ff;"> 	Cabai merah besar (iris kotak kecil)		  5 Pcs</span><br />
<span style="color:#9933ff;"> 	Air jeruk lemon					  1 Pcs</span><br />
<span style="color:#9933ff;"> 	Garam, merica hitam, penyedap rasa,gula untuk rasa</span><br />
<span style="color:#9933ff;"> 	Daun kemangi					  1 ikat</span></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><em><strong><span style="color:#9999cc;">CARA MEMASAK:</span></strong></em><br />
<span style="color:#9999cc;"> Masak iga sapi kedalam presser cooker, tambahkan sedikit air saja, bumbui dengan sedikit garam, merica, sampai daging lunak,sisihkan.</span><br />
<span style="color:#9999cc;"> Setelah daging lunak, bakar atau panggang daging sampai berwarna kecoklatan, jangan terlalu lama / terlalu kering.</span><br />
<span style="color:#9999cc;"> Campurkan  semua bahan yang untuk sauce, bumbui dengan garam , merica , penyedap , sedikit gula , aduk sampai merata.</span><br />
<span style="color:#9999cc;"> Tuangka atau taburka sauce di atas iga panggang yang sudah matang sampai merata, hiasi dengan daun kemangi. </span></h3>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irnawt.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irnawt.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irnawt.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irnawt.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irnawt.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irnawt.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irnawt.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irnawt.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irnawt.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irnawt.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irnawt.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irnawt.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irnawt.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irnawt.wordpress.com/154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irnawt.wordpress.com&amp;blog=4559302&amp;post=154&amp;subd=irnawt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irnawt.wordpress.com/2010/12/30/warna-warni-iga-panggang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/89a7828b6a9e8b91ade640c68caefaf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irnawt</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PUISI</title>
		<link>http://irnawt.wordpress.com/2010/12/30/puisi-3/</link>
		<comments>http://irnawt.wordpress.com/2010/12/30/puisi-3/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 10:33:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ir2_na_cute</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan 10]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irnawt.wordpress.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[MERELAKANMU Walau hati ini sedih Aku selalu memikirkan mu Setiap pagi sampai matahari terbenam Burung-burung berkicau Tapi aku harus merelakanmu Aku berharap kamu mencintaiku Walau kita sudah berpisah Mungkin kenangan kita tak terlupakan.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irnawt.wordpress.com&amp;blog=4559302&amp;post=152&amp;subd=irnawt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align:center;"><em><strong><span style="color:#1712ec;">MERELAKANMU</span></strong></em><br />
<span style="color:#1712ec;"> Walau hati ini sedih</span><br />
<span style="color:#1712ec;"> Aku selalu memikirkan mu</span><br />
<span style="color:#1712ec;"> Setiap pagi sampai matahari terbenam</span><br />
<span style="color:#1712ec;"> Burung-burung berkicau</span><br />
<span style="color:#1712ec;"> Tapi aku harus merelakanmu</span><br />
<span style="color:#1712ec;"> Aku berharap kamu mencintaiku</span><br />
<span style="color:#1712ec;"> Walau kita sudah berpisah</span><br />
<span style="color:#1712ec;"> Mungkin kenangan kita tak terlupakan.</span></h3>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irnawt.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irnawt.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irnawt.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irnawt.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irnawt.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irnawt.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irnawt.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irnawt.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irnawt.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irnawt.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irnawt.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irnawt.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irnawt.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irnawt.wordpress.com/152/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irnawt.wordpress.com&amp;blog=4559302&amp;post=152&amp;subd=irnawt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irnawt.wordpress.com/2010/12/30/puisi-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/89a7828b6a9e8b91ade640c68caefaf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irnawt</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PUISI</title>
		<link>http://irnawt.wordpress.com/2010/12/30/puisi-2/</link>
		<comments>http://irnawt.wordpress.com/2010/12/30/puisi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 10:30:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ir2_na_cute</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan 9]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irnawt.wordpress.com/?p=150</guid>
		<description><![CDATA[TANPAMU Setiap detik aku memikirkanmu Setiap menit aku merindukanmu Setiap jam aku selalu memikirkanmu dan merindukanmu Aku berharap bulan bintang tahu Bahwa perasaan ini tak bisa lepas tanpamu Walau kau jauh aku selalu mengingatmu Tanpamu aku tidak bisa hidup.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irnawt.wordpress.com&amp;blog=4559302&amp;post=150&amp;subd=irnawt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align:center;"><span style="text-decoration:underline;color:#10eec6;"><em><strong>TANPAMU</strong></em></span><br />
<span style="color:#10eec6;">Setiap detik aku memikirkanmu</span><br />
<span style="color:#10eec6;"> Setiap menit aku merindukanmu</span><br />
<span style="color:#10eec6;"> Setiap jam aku selalu memikirkanmu dan merindukanmu</span><br />
<span style="color:#10eec6;"> Aku berharap bulan bintang tahu</span><br />
<span style="color:#10eec6;"> Bahwa perasaan ini tak bisa lepas tanpamu</span><br />
<span style="color:#10eec6;"> Walau kau jauh aku selalu mengingatmu</span><br />
<span style="color:#10eec6;"> Tanpamu aku tidak bisa hidup.</span></h3>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irnawt.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irnawt.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irnawt.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irnawt.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irnawt.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irnawt.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irnawt.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irnawt.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irnawt.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irnawt.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irnawt.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irnawt.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irnawt.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irnawt.wordpress.com/150/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irnawt.wordpress.com&amp;blog=4559302&amp;post=150&amp;subd=irnawt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irnawt.wordpress.com/2010/12/30/puisi-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/89a7828b6a9e8b91ade640c68caefaf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irnawt</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AYAM PANGGANG PETIS</title>
		<link>http://irnawt.wordpress.com/2010/12/30/ayam-panggang-petis/</link>
		<comments>http://irnawt.wordpress.com/2010/12/30/ayam-panggang-petis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 10:28:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ir2_na_cute</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[tulisan 8]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irnawt.wordpress.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[BAHAN: AYAM BROILER(dibelah dua) 1 Ekor BAHAN BUMBU:  Kecap manis 4 Sdm  Sauce tomat 3 Sdm  Garam 1 Sdt  Gula ½ Sdt  Margarine 2 Sdm BUMBU HALUS:  Cabai merah keriting(haluskan) 12 Pcs  Bawang putih(dihaluskan) 5 Pcs  Petis udang 5 Sdm CARA MEMASAK: Campurkan semua bahan bumbu dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irnawt.wordpress.com&amp;blog=4559302&amp;post=148&amp;subd=irnawt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="color:#ee3c10;"><em><strong>BAHAN:</strong></em></span><br />
<span style="color:#333300;">AYAM BROILER(dibelah dua)		1 Ekor</span></p>
<p style="text-align:center;">
<em><strong><span style="color:#4b0082;">BAHAN BUMBU:</span></strong></em><br />
<span style="color:#4b0082;"> 	Kecap manis				4 Sdm</span><br />
<span style="color:#4b0082;"> 	Sauce tomat					3 Sdm</span><br />
<span style="color:#4b0082;"> 	Garam 					1 Sdt</span><br />
<span style="color:#4b0082;"> 	Gula 						½ Sdt</span><br />
<span style="color:#4b0082;"> 	Margarine					2 Sdm</span></p>
<p style="text-align:center;">
<em><strong><span style="color:#0099cc;">BUMBU HALUS:</span></strong></em><br />
<span style="color:#0099cc;"> 	Cabai merah keriting(haluskan)		12 Pcs</span><br />
<span style="color:#0099cc;"> 	Bawang putih(dihaluskan)		5   Pcs</span><br />
<span style="color:#0099cc;"> 	Petis udang					5   Sdm</span></p>
<h3 style="text-align:center;">
<em><span style="color:#cc66ff;">CARA MEMASAK:</span></em><br />
<span style="color:#cc66ff;"> Campurkan semua bahan bumbu dan bumbu halus, tusuk-tusuk ayam dengan meggunakan garpu, olesi ayam dengan campuran bumbu sampai tertutup rata, diamkan dalam lemari es selama 30 menit.</span><br />
<span style="color:#cc66ff;"> Panggang ayam dengan menggunakan panggangan. Setelah itu hidangkan dengan nasih putih dan es jeruk. Cocok dibuat untuk Tahun Baru.</span></h3>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irnawt.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irnawt.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irnawt.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irnawt.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/irnawt.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/irnawt.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/irnawt.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/irnawt.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irnawt.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irnawt.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irnawt.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irnawt.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irnawt.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irnawt.wordpress.com/148/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irnawt.wordpress.com&amp;blog=4559302&amp;post=148&amp;subd=irnawt&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irnawt.wordpress.com/2010/12/30/ayam-panggang-petis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/89a7828b6a9e8b91ade640c68caefaf4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">irnawt</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
